Penundaan perkawinan pada generasi milenial perspektif maqāṣid al-syarī‘ah: studi kasus Desa Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

Zanotama, Ahmad Faiq (2025) Penundaan perkawinan pada generasi milenial perspektif maqāṣid al-syarī‘ah: studi kasus Desa Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2002016093AHMAD_FAIQ_ZANOTAMA] Text (SKRIPSI2002016093AHMAD_FAIQ_ZANOTAMA)
SKRIPSI2002016093AHMAD_FAIQ_ZANOTAMA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Penurunan angka perkawinan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi fenomena sosial yang mencolok, khususnya di kalangan generasi milenial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perkawinan di Indonesia menurun dari 2,1 juta pada tahun 2018 menjadi sekitar 1,5 juta pada tahun 2024. Fenomena ini juga terlihat di Desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, di mana generasi muda menunjukkan kecenderungan untuk menunda perkawinan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penundaan perkawinan. Dan menganalisis fenomena penundaan perkawinan di kalangan generasi milenial dari sudut pandang Maqāṣid Al-Syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan metode normatif-empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan 7 orang terhadap generasi milenial yang menunda perkawinan di Desa Pakintelan, serta analisis literatur yang relevan. Kajian ini mengintegrasikan data empiris dengan pendekatan normatif Maqāṣid Al-Syarī‘ah guna memahami alasan serta dampak penundaan perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan perkawinan dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu karier, ekonomi, kesiapan mental, dan pengaruh sosial. Keempat faktor ini saling berkaitan dan menjadi pertimbangan rasional dalam menentukan waktu pernikahan, Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, penundaan perkawinan dapat dimaknai sebagai bentuk usaha menjaga maslahat secara menyeluruh, seperti menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs), menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl), serta menjaga harta dan akal. Namun, apabila penundaan berlangsung terlalu lama, hal ini juga dapat menimbulkan risiko seperti meningkatnya pergaulan bebas, tekanan psikologis, serta penurunan angka kelahiran dan terbentuknya keluarga Islami yang ideal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Perkawinan dalam Islam; Penundaan Perkawinan; Generasi Milenial; Maqāṣid Al-Syarī‘ah .
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 21 Oct 2026 03:56
Last Modified: 21 Oct 2026 03:56
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32220

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics