Muḥāsabah dalam Al-Qur’ān : studi terhadap Tafsīr Al-Ibrīz karya K.H. Bisyrī Muṣṭofā
Ulfa, Husnu Marya (2025) Muḥāsabah dalam Al-Qur’ān : studi terhadap Tafsīr Al-Ibrīz karya K.H. Bisyrī Muṣṭofā. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2104026013HUSNU_MARYA_ULFA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Muḥāsabah merupakan proses evaluasi diri terhadap amal perbuatan, baik sebelum maupun sesudah dilakukan, sebagai bentuk kesadaran spiritual dan moral seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam konteks Al-Qur’ān, Muḥāsabah tidak hanya menjadi sarana perenungan terhadap perbuatan masa lalu, tetapi juga sebagai upaya memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran ayat-ayat Muḥāsabah menurut Tafsīr Al-Ibrīz Karya K.H. Bisyrī Muṣṭofā dan bagaimana relevansi ayat-ayat Muḥāsabah dari Tafsīr Al-Ibrīz Karya K.H. Bisyrī Muṣṭofā dalam konteks kehidupan sosial modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis isi (content analysis), dengan Tafsīr Al-Ibrīz sebagai sumber data primer. Serta mengumpulkan semua data yang berasal dari Al-Qur’an, hadis, buku-buku, kamus, artikel-artikel terdahulu yang hasilnya mendekati dengan penelitian ini, dan apabila memungkinkan sumber lain diperlukan, penulis juga akan mengumpulkan dari beberapa jurnal yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, K.H. Bisyrī Muṣṭofā menafsirkan ayat-ayat Muḥāsabah dengan gaya bahasa yang sederhana, lokal, dan kontekstual, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan masyarakat Jawa. Adapun Penafsiran beliau terhadap sejumlah ayat Al-Qur’an seperti Q.S. Al-Hasyr ayat 18, Al-Qiyamah ayat 2, Al-Insyiqaq ayat 8, dan QS. An-Naziat ayat 40, menekankan bahwa Muḥāsabah adalah kunci untuk mencapai ketakwaan, mengendalikan hawa nafsu, memperoleh kemudahan dalam hisab di akhirat. Muḥāsabah, dalam Tafsīr Al-Ibrīz tidak hanya ditekankan sebagai refleksi spiritual, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri, menghindari kemaksiatan, dan memperkuat hubungan sosial. Kedua, dalam konteks kehidupan sosial modern, nilai-nilai Muḥāsabah sebagaimana dijelaskan dalam Tafsīr Al-Ibrīz tetap sangat relevan. Di tengah tantangan globalisasi, hedonisme, serta krisis moral dan lingkungan, Muḥāsabah menjadi instrumen penting untuk membentuk karakter spiritual, menguatkan nilai takwa, dan mengontrol perilaku sosial. Penelitian ini memperlihatkan bahwa Tafsīr Al-Ibrīz mampu menghadirkan pesan-pesan Al-Qur'an secara kontekstual dan membumi dalam menjawab kebutuhan umat masa kini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Muḥāsabah; Tafsīr Al-Ibrīz; K.H. Bisyrī Muṣṭofā |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 07:36 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 07:36 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32289 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
