Analisis sanksi residive dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan menurut hukum pidana Islam : studi putusan Pengadilan Negeri Kendal No.115/Pid.B/2024/PN Kdl

Nisa, Septi Zakiyatun (2025) Analisis sanksi residive dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan menurut hukum pidana Islam : studi putusan Pengadilan Negeri Kendal No.115/Pid.B/2024/PN Kdl. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1802026023SEPTI_ZAKIYATUN_NISA] Text (SKRIPSI1802026023SEPTI_ZAKIYATUN_NISA)
SKRIPSI1802026023SEPTI_ZAKIYATUN_NISA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (836kB)

Abstract

Skripsi berjudul Analisis sanksi Residive Dalam Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Menurut Hukum Pidana Islam (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kendal No.115/Pid.B/2024/PN Kdl) ini memiliki tujuan guna menjawab bermacam masalah yang digunakan pokok bahasa pada skripsi ini yaitu: (1) bagaimana pertimbangan hakim terhadap sanksi tindak pidana residive pencurian dengan kekerasan pada Putusan Pengadilan Negeri No 115/Pid.B/2024/PN Kdl (2) bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap sanksi residive dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada Putusan Pengadilan Negeri No 115/Pid.B/2024/PN Kdl.
Metode penelitian adalah jenis penelitian Yuridis Normatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Analisis menggunakan deskriptif analisis, dimana teknis analisis yang menggambarkan sebuah data yang sesuai fakta. Dalam penelitian ini mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Kendal No 115/Pid.B/2024 Kdl dalam kasus tindak pidana pencurian yang dilakukan dengan menggunakan kekerasan.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Majelis Hakim memutus terdakwa sesuai dengan tuntutan Jaksa pasal 365 ayat 1 KUHP pencurian dengan kekerasan dengan hukuman pidana penjara selama 5 (lima) tahun. Seharusnya ketentuan hukuman yang terdapat dalam pasal tersebut ditambah 1/3 sepertiga sesuai pasal 486 KUHP mengatur tentang pidana maksimum dari beberapa kejahatan termasuk pengulangan kejahatan pencurian dapat ditambah 1/3 karena residive. Dalam perspektif hukum pidana Islam pengulangan tindak pidana dikenal dengan sebutan al-'Aud li al-Jarimah. Dan hukuman bagi residive tindak pidana pencurian dengan kekerasan, hukuman yang diterima oleh terdakwa adalah diperberat sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. Namun kewenangan penjatuhan hukuman tersebut diserahkan kepada penguasa negara atau ulil amri.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Sanksi; Residive; Pencurian dengan kekerasan; Hukum pidana Islam; Putusan pengadilan
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 06 Nov 2026 01:06
Last Modified: 06 Nov 2026 01:06
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32290

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics