Gerakan sosial dalam merespon kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di alun alun Kabupaten Pati tahun 2021-2024

Kurniawan, Riko (2025) Gerakan sosial dalam merespon kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di alun alun Kabupaten Pati tahun 2021-2024. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1806016042RIKO_KURNIAWAN] Text (SKRIPSI1806016042RIKO_KURNIAWAN)
SKRIPSI1806016042RIKO_KURNIAWAN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Kabupaten Pati yang diberlakukan oleh Pemerintah Daerah menimbulkan berbagai respon dari masyarakat, khususnya para pedagang yang terdampak. Relokasi tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, dengan tujuan menciptakan kawasan kota yang tertib, bersih, dan aman. Namun dalam implementasinya, relokasi menuai penolakan dari sebagian besar PKL karena dianggap merugikan secara ekonomi dan sosial. Lokasi baru yang disediakan, yaitu Tempat Pelelangan Kayu (TPK) Perhutani, dinilai tidak strategis, sepi pengunjung, dan minim fasilitas. Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan aksi protes dari para PKL yang merasa tidak dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan, serta munculnya ketegangan antara PKL dan aparat pemerintah, khususnya Satpol PP.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan pedagang kaki lima melakukan gerakan sosial, bentuk-bentuk gerakan sosial yang dilakukan PKL sebagai respons terhadap kebijakan relokasi, menjelaskan upaya-upaya kolektif yang dilakukan oleh para pedagang dalam mempertahankan keberlangsungan ekonomi mereka, serta menganalisis konflik yang terjadi antara PKL dan pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori gerakan sosial Sidney Tarrow dan teori konflik Karl Marx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial PKL diwujudkan dalam bentuk demonstrasi, audiensi dengan DPRD, dan pembentukan paguyuban. Konflik antara PKL dan pemerintah bersumber pada ketimpangan relasi kuasa serta minimnya komunikasi partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan relokasi yang tidak memperhatikan aspirasi kelompok marginal justru memicu resistensi dan memperkuat kesenjangan sosial yang ada.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Relokasi PKL; Konflik Sosial; Kebijakan Pemerintah; Studi Kasus; Dinamika Pedagang Kaki Lima.
Subjects: 300 Social sciences > 303 Social processes > 303.6 Conflict and conflict resolution
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 04 Nov 2026 04:26
Last Modified: 04 Nov 2026 04:26
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32304

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics