Implementasi layanan konseling individu pada eks-pengguna napza untuk meningkatkan keberfungsian sosial di Yayasan An-Nur Haji Supomo Purbalingga

Amalia, Mila Rida (2025) Implementasi layanan konseling individu pada eks-pengguna napza untuk meningkatkan keberfungsian sosial di Yayasan An-Nur Haji Supomo Purbalingga. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1801016041MILA_RIDA_AMALIA] Text (SKRIPSI1801016041MILA_RIDA_AMALIA)
SKRIPSI1801016041MILA_RIDA_AMALIA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Keberfungsian sosial secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam melaksanakan fungsi sosialnya atau kapasitas seseorang dalam menjalankan tugas-tugas kehidupannya sesuai dengan status sosialnya. Pada eks-pengguna napza, keberfungsian sosisal menjadi indikator penting dalam proses pemulihan dan reintegrasi ke masyarakat setelah mengalami gangguan akibat penggunaan napza. Oleh karena itu, program pemulihan seperti konseling individu sangat penting untuk bisa meningkatkan keberfungsian sosial pada eks-pengguna napza. Yayasan An-Nur Haji Supono Purbalingga merupakan tempat rehabilitasi yang menerapkan layanan konseling individu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling individu bisa meningkatkan keberfungsian sosial pada eks-pengguna napza. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualiatif, sedangkan untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan metode analisis dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individu di Yayasan An-Nur Haji Supono Purbalingga mampu meningkatkan keberfungsian sosial pada eks-pengguna napza. Layanan konseling individu dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Pertama pada tahap awal, proses membangun hubungan saling percaya antara konselor dan klien, menggali masalah utama, serta menyepakati tujuan dan aturan konseling. Kedua pada tahap pertengahan yang merupakan inti dari proses konseling, pada tahap ini konselor membantu klien memahami masalahnya secara mendalam dan memberikan intervensi atau teknik untuk mengatasi masalah dengan beberapa teknik diantaranya goal setting, problem solving, modeling, dan role playing. Ketiga pada tahap akhir, yaitu proses evaluasi hasil konseling, penguatan perubahan positif, dan mempersiapkan klien agar dapat mandiri dalam menghadapi masalah di masa yang akan datang. Setelah mengikuti proses konseling individu secara terstruktur dan konsisten, klien mulai menunjukkan peningkatan dalam empat aspek keberfungsian sosial, diantaranya memenuhi kebutuhan diri sendiri, mampu mengatasi masalah, menjalankan peran sosial, dan mampu mengembangkan potensi diri.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Konseling Individu; Eks-pengguna Napza; Fungsi Sosial
Subjects: 300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 04 Nov 2026 05:52
Last Modified: 05 Nov 2026 03:44
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32321

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics