Sadomasokisme (penyimpangan seksual) dalam relasi suami-istri perspektif Al-Qur’an : kajian tafsīr mauḍū’ī

Labib, Abdulloh (2025) Sadomasokisme (penyimpangan seksual) dalam relasi suami-istri perspektif Al-Qur’an : kajian tafsīr mauḍū’ī. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Tesis_2104028021_ABDULLOH_LABIB] Text (Tesis_2104028021_ABDULLOH_LABIB)
SKRIPSI2104028021ABDULLOH_LABIB-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (12MB)

Abstract

Terbentuk dari beberapa fakta sosial, penyimpangan seksual dalam relasi suami-istri dianggap sesuatu yang wajar, karena tidak sedikit yang berpendapat bahwa hubungan seksual antara suami-istri merupakan suatu bentuk pengabdian terhadap pasangan, sehingga tidak memperdulikan bagaimanapun bentuk dan ekspresi yang dilakukan. Sebuah praktik sadomasokisme marak terjadi baik kasus luar ataupun dalam negeri. Tesis ini termasuk dalam penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode kualitatif untuk menghasilkan data yang bersifat deskriptif-analisis-kritis. Adapun langkah operasional dengan mengaplikasikan pendekatan metode tafsīr mauḍū’ī. Penafsiran al-Qur’an dari berbagai kitab tafsir menjadi sumber primer, kemudian dianalisis dengan cara memperhatikan korelasi antara penafsiran dengan konteks latar belakang keilmuan yang berbeda-beda, untuk menjawab dua pertanyaan: Pertama, bagaimana respons al-Qur’an terhadap tindakan sadomasokisme?. Kedua, bagaiamana al-Qur’an menawarkan solusi preventif maupun kuratif untuk mengatasi pasangan pelaku sadomasokisme?. Hasil tesis ini menjelaskan bahwa fenomena sadomaskisme merupakan perilaku yang tidak dibenarkan secara agama dan negara, meskipun menggunakan dalih mengatasi kejenuhan, bosan atau mencari sensasi, sebab tindakan sadomasokisme akan menghadirkan dampak negatif bagi pelakunya, bahkan menghantarkan menuju kematian. Al-Qur’an mejelaskan bahwa menikmati hubungan seks antara suami-istri tidak harus dengan perilaku sadomasokisme. Dalam konsepsi islam, seks merupakan sesuatu yang suci, oleh sebab itu penyaluran terhadap hubungan seksual harus melalui jalan yang suci pula yaitu sesuai dengan ketentuan agama, tanpa melalui aturan dan norma yang telah digariskan Allah SWT, maka hubungan seksual antara suami-istri dianggap menjadi penyimpangan seksual. Hubungan seksual antara suami-istri akan lebih terasa nikmat jika dilakukan dengan cara yang terpuji dan mulia.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Penyimpangan seksual; Sadomasokisme; Tafsīr Mauḍū’ī
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran
Divisions: Program Pascasarjana > Program Master (S2) > 76131 - Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (S2)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 02 Nov 2026 03:16
Last Modified: 02 Nov 2026 03:16
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32355

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics