Tinjauan sadd al-dzari'ah terhadap jual beli ayam cemani sebagai sarana ritual : studi kasus di Desa Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak)

Rohmani, Syauqi Muhsinatur (2025) Tinjauan sadd al-dzari'ah terhadap jual beli ayam cemani sebagai sarana ritual : studi kasus di Desa Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102036136SYAUQI_MUHSINATUR_ROHMANI] Text (SKRIPSI2102036136SYAUQI_MUHSINATUR_ROHMANI)
SKRIPSI2102036136SYAUQI_MUHSINATUR_ROHMANI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Jual beli ayam cemani sebagai sarana ritual di Desa Betahwalang dipengaruhi oleh kepercayaan terhadap mitos mistis, keharusan memenuhi syarat tertentu, dan adanya kebutuhan. Dalam Islam, mempercayai adanya kekuatan selain Allah Swt merupakan perbuatan yang dilarang syara’ karena berpotensi membahayakan keimanan. Oleh karena itu, segala bentuk transaksi yang ditujukan untuk sesuatu yang dilarang syara’ atau berpotensi mengarah pada yang haram, maka harus dicegah (sadd al-dzari’ah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli ayam cemani sebagai sarana ritual dalam perspektif sadd al-dzari’ah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Praktik jual beli ayam cemani di Desa Betahwalang, dilakukan antara penjual dan pembeli, di mana penjual menjual dengan harga tertentu tanpa bisa ditawar, dan pembeli yang membutuhkan akan membayar sesuai harga yang ditawarkan. Sebelum mencapai kesepakatan, penjual terlebih dahulu menanyakan tujuan pembelian ayam cemani kepada pembeli sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak memfasilitasi perbuatan dosa, meskipun pertanyaan tersebut tidak bersifat memaksa. (2) Penerapan Sadd al-dzari'ah pada jual beli ayam cemani dapat diterapkan, apabila ayam cemani digunakan untuk tujuan baik atau buruk, namun berpotensi kuat mengarah pada pelanggaran syariat, seperti khurafat atau praktik terlarang, maka sadd al-dzari'ah perlu diterapkan untuk melarang jual beli. Sedangkan, jika ayam cemani digunakan untuk tujuan baik dan tidak ada unsur yang dilarang, seperti tidak mempercayai bahwa ayam cemani memiliki kekuatan independen yang dapat mempengaruhi takdir atau mendatangkan kebaikan, maka dalam hal ini sadd al-dzari'ah tidak perlu diterapkan untuk melarang jual beli.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Jual beli; Ayam cemani; Sarana ritual; Sadd al-dzari’ah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 06 Nov 2026 03:14
Last Modified: 06 Nov 2026 03:18
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32416

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics