Analisis uji organoleptik,proksimat,zat besi dan kalsium pada dimsum substitusi ikan teri nasi (Stolephorus sp) dan daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) untuk ibu menyusui

Safitri, Silvia Eka (2025) Analisis uji organoleptik,proksimat,zat besi dan kalsium pada dimsum substitusi ikan teri nasi (Stolephorus sp) dan daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) untuk ibu menyusui. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2107026091SILVIA_EKA_SAFITRI] Text (SKRIPSI2107026091SILVIA_EKA_SAFITRI)
SKRIPSI2107026091SILVIA_EKA_SAFITRI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang : Periode menyusui merupakan fase kritis yang memerlukan asupan nutrisi tinggi untuk mendukung produksi ASI berkualitas. Data RISKESDAS 2021 menunjukkan hanya 52,5% bayi mendapat ASI eksklusif, dengan 17,3% ibu menyusui mengalami kekurangan energi kronik. Ibu menyusui memerlukan tambahan 330-400 kkal energi per hari dan asupan kaya zat besi serta kalsium. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik organoleptik, proksimat, zat besi, dan kalsium pada dimsum substitusi ikan teri nasi dan daun katuk sebagai makanan tambahan untuk ibu menyusui. Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap menggunakan 5 formulasi (3 kali pengulangan). Variasi ikan teri nasi dan daun katuk: F0 (40:0g), F1 (37,5:2,5g), F2 (35:5g), F3 (32,5:7,5g), dan F4 (30:10g). Uji organoleptik dengan 40 panelis tidak terlatih, analisis proksimat metode AOAC, kandungan zat besi dan kalsium dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil : Formulasi F2 paling disukai panelis dengan nilai warna (4,05), aroma (3,57), rasa (3,95), tekstur (4,55), dan daya terima keseluruhan (4,10). Komposisi proksimat menunjukkan kadar air 52,53%, protein 15,99%, lemak 10,25%, karbohidrat 19,06%, dan abu 2,16%. Kandungan kalsium meningkat menjadi 2,195 mg/g, namun zat besi turun menjadi 0,029 mg/g akibat pengurangan ikan teri. Kesimpulan : Formulasi F2 (35g ikan teri nasi dan 5g daun katuk) optimal dengan keseimbangan terbaik antara daya terima dan nilai gizi. Produk berpotensi sebagai makanan tambahan bergizi untuk ibu menyusui dengan protein tinggi (15,99%) dan kalsium yang meningkat (2,195 mg/g) untuk mendukung produksi ASI berkualitas.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: daun katuk; ikan teri nasi; kalsium; zat besi
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 640 Home economics and family living > 641 Food and drink
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > 13211 - Gizi
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 06 Nov 2026 07:03
Last Modified: 06 Nov 2026 07:03
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32426

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics