Variasi Jangka Jayabaya: dimensi isi, akulturasi dan refleksi

Fanani, Ahwan (2022) Variasi Jangka Jayabaya: dimensi isi, akulturasi dan refleksi. In: Dinamika interelasi Islam dengan budaya Jawa : masa lalu, kini & mendatang. SeAP (Southeast Asian Publishing), Semarang, pp. 182-205. ISBN 978-623-5794-23-5

[thumbnail of Ahwan Fanani - Variasi Jangka Jayabaya: Dimensi Isi, Akulturasi Dan Refleksi] Text (Ahwan Fanani - Variasi Jangka Jayabaya: Dimensi Isi, Akulturasi Dan Refleksi)
Ahwan-Variasi-Jangka-Jayabaya_opt_1.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (8MB)

Abstract

Jangka Jayabaya merupakan tradisi ramalan dalam kebudayaan Jawa yang memuat pandangan mengenai asal-usul masyarakat, perkembangan kekuasaan politik, krisis sosial, dan harapan akan hadirnya tatanan kehidupan yang lebih baik. Bab ini membahas variasi Jangka Jayabaya dengan menitikberatkan pada dimensi isi, proses akulturasi Islam dan budaya Jawa, serta refleksi kritis terhadap relevansinya dalam memahami perubahan sosial dan politik. Pembahasan mencakup beragam versi teks Jangka Jayabaya, termasuk Jangka Jayabaya Pranitiwakya dan Naskah Pralambang, yang merepresentasikan cara pandang berbeda terhadap periodisasi sejarah, pergantian kekuasaan, dan datangnya figur penyelamat atau Ratu Adil. Dari perspektif akulturasi, tradisi ini memperlihatkan perjumpaan kosmologi dan siklus zaman dalam tradisi Hindu dengan konsep eskatologi Islam, terutama mengenai kiamat, Dajjal, Imam Mahdi, dan penyelamatan masyarakat dari situasi krisis. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa Jangka Jayabaya tidak hanya berfungsi sebagai tradisi ramalan, tetapi juga sebagai medium artikulasi harapan, kritik, dan respons masyarakat terhadap ketidakstabilan sosial-politik, termasuk tekanan kolonialisme. Namun, pola pemikiran yang mendasarinya cenderung bersifat mitis, dengan perubahan sosial dibayangkan melalui kehadiran figur penyelamat, bukan melalui transformasi sistemik yang terencana. Oleh karena itu, pembacaan kembali Jangka Jayabaya perlu diarahkan dari pola pikir mitos menuju logos melalui analisis sosial yang rasional, empiris, dan berorientasi pada masa depan. Pendekatan tersebut memungkinkan tradisi budaya dan keagamaan dipahami secara kritis sebagai sumber refleksi historis sekaligus landasan untuk merumuskan perubahan sosial yang lebih berkelanjutan.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: Jangka Jayabaya; Akulturasi Islam-Jawa; Kosmologi; Eskatologi; Ratu Adil; Perubahan sosial
Subjects: 300 Social sciences > 303 Social processes > 303.4 Social change
Divisions: Buku (Books)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 28 Oct 2026 02:50
Last Modified: 28 Oct 2026 02:50
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32602

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics