Akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa dalam bidang ekonomi

Chang, Iskandar and Fanani, Ahwan (2022) Akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa dalam bidang ekonomi. In: Dinamika interelasi Islam dengan budaya Jawa : masa lalu, kini & mendatang. SeAP (Southeast Asian Publishing), Semarang, pp. 308-320. ISBN 978-623-5794-23-5

[thumbnail of Ahwan Fanani - Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa dalam Bidang Ekonomi] Text (Ahwan Fanani - Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa dalam Bidang Ekonomi)
Ahwan-Akulturasi-Budaya-Jawa-dan-Tionghoa_opt.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang: Hubungan ekonomi antara masyarakat Jawa dan etnis Tionghoa telah terbentuk sejak masa pra-kolonial melalui jaringan perdagangan maritim di sepanjang bandar-bandar pelabuhan pantai utara Jawa. Seiring berjalannya waktu, interaksi ekonomi ini tidak hanya terbatas pada transaksi dagang, tetapi juga berkembang ke dalam praktik utang-piutang, sewa-menyewa, hingga sistem ketenagakerjaan dan industrialisasi modern.
Tujuan: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk interelasi dan akulturasi antara kebudayaan Jawa dan Tionghoa dalam dimensi ekonomi melalui penelusuran sejarah serta korelasinya dengan hubungan sosio-ekonomi masyarakat saat ini.
Metode/Pendekatan: Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelusuran sejarah (historical tracking) serta kerangka teori institusi untuk memetakan dorongan dan hambatan interaksi sosial-budaya.
Hasil & Pembahasan: Hubungan ekonomi kedua etnis ini berkembang melalui tiga jalur utama, yaitu jalur perdagangan maritim, jalur politik/diplomasi, dan jalur keagamaan. Interaksi ini melahirkan akulturasi budaya yang kuat pada empat sektor utama: 1) Ragam Hias & Arsitektur: Tampak pada ornamen keramik di Keraton Cirebon, kompleks makam Sunan Muria, serta ikon budaya Warak Ngendog di Semarang. 2) Kuliner & Bisnis Makanan: Pengaruh kuliner seperti lumpia dan kue moaci di Semarang, kecap sawi di Kediri, serta sirup kawis di Rembang yang kini telah dianggap sebagai identitas dan oleh-oleh khas daerah. 3) Pertanian & Pengolahan: Penggunaan alat pengerja tebu, teknologi pemerasan gula, serta istilah-istilah perkebunan berbasis bahasa Tionghoa. 4) Pertukangan & Logam: Impor perkakas besi, peralatan baja, serta keahlian pengolahan tembaga dan kaleng.
Kesimpulan: Interaksi ekonomi yang intensif memicu proses akulturasi di mana unsur-unsur budaya dan teknologi Tionghoa diserap dan disesuaikan dengan konteks sumber daya lokal serta selera masyarakat Jawa. Hasil akulturasi ini pada akhirnya melahirkan produk kebudayaan bersama yang diterima secara luas sebagai bagian dari identitas lokal di Jawa.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: Akulturasi Budaya; Ekonomi Jawa-Tionghoa; Sejarah Perdagangan; Kuliner Khas; Teori Institusi
Subjects: 300 Social sciences > 303 Social processes > 303.4 Social change
Divisions: Buku (Books)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 28 Oct 2026 03:24
Last Modified: 28 Oct 2026 03:24
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/32604

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics