Azmi, Muhammad Ulil (2018) Pemahaman dan implementasi hadis takzim pada santri Pondok Pesantren Hidayatul Qulub Tambakaji Ngaliyan Semarang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[thumbnail of 134211120.pdf]
Preview
Text
134211120.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dalam dunia pondok pesantren, ulama atau kyai mendapatkan sikap takzim yang dipraktekkan oleh para santri baik santri yang senior maupun santri yang junior, hal tersebut dikarenakan ke’aliman atau tingginya ilmu yang dimiliki oleh sang kyai dan santri menginginkan mendapatkan ridha, barakah serta manfaat dari sang kyai dengan melaksanakan sikap tersebut, dikarenakan dalam pandangan santri, kyai memiliki kekuatan spiritual melebihi orang pada umumnya. Dan pada umumnya di pondok pesantren menerapkan takzim yang menjadikan jurang pemisah atau secara tidak langsung terdapat kesenjangan sosial yang sangat jauh antara kyai dan santri.
Adapun takzim yang telah teraplikasikan oleh santri-santri Pondok Pesantren Hidayatul Qulub berbeda dengan pondok pesantren yang lainya, hal tersebut dikarenakan salah satunya adalah Pondok Pesantren Hidayatul Qulub adalah pondok pesantren mahasiswa, dan yang menjadi pembeda dengan pondok pesantren mahasiswa yang lain adalah pada Pondok Pesantren Hidayatul Qulub antara santri dan keluarga ndalem seakan-akan tidak ada pembatas, dan menjadi kyai menjadi seperti apapun yang dibutuhkan oleh santri.
Dengan berbedanya pelaksanaan takzim yang terdapat di pondok pesantren Hidayatul Qulub Tambakaji Ngaliyan Semarang, maka penulis merasa ingin dan perlu mengetahui Bagaimana santri Pondok Pesantren Hidayatul Qulub dalam memahami Hadis Takzim, dan Bagaimana implementasi santri Pondok Pesantren Hidayatul Qulub terhadap Hadis Takzim.
Penelitian ini merupakan Field Research (penelitian lapangan), yakni suatu penelitian yang melibatkan penulis untuk terjun langsung di lapangan, Adapun sumber-sumber datanya diperoleh dari kyai dan santri pondok pesantren Hidayatul Qulub Tambakaji Ngaliyan Semarang dan juga buku-buku yang berhubungan dengan penelitian yang penulis butuhkan. Teknik pengumpulan data dengan observasi yaitu mengumpulkan data dengan cara pengamatan dengan fenomena yang diteliti, wawancara yaitu pengumpulan data yang diambil dari pertanyaan yang diajukan oleh responden, Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan teknik analisis pengambilan data kemudian direduksi setelah itu adanya penyajian data dan terakhir menarik kesimpulan atau verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa Santri Pondok Pesantren Hidayatul Qulub memahami Hadis tersebut dengan pemahaman bahwa Nabi Muhammad telah memerintahkan sekaligus memberikan contoh kepada umatnya untuk selalu menyayangi yang lebih muda (lebih bodoh, lebih muda umurnya, lebih sedikit pengalamannya) dan menakzimi atau menghormati kepada yang lebih tua. Takzim bersifat fleksibel, kondisional, tidak melulu orang yang menunduk bahkan mengesot, justru kenyamanan antara yang berbicara dan yang diajak bicara menjadi pokok utama. Santri Pondok Pesantren Hidayatul Qulub telah mengimplementasikan Hadis tersebut dengan cara tunduk dan patuh terhadap apa yang diperintahkan, dikehendaki dan dikatakan oleh kyai, seperti yang telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hadis takzim; Santri; Pondok pesantren
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1251 Study of Text of Hadith
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 03 Sep 2018 09:22
Last Modified: 03 Sep 2018 09:22
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8198

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics