Farichin, Farichin (2017) Urgensi kunjungan keluarga dalam meningkatkan kesehatan mental warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kedungpane Semarang : tinjauan bimbingan konseling keluarga Islam. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of PDFsam_merge.pdf]
Preview
Text
PDFsam_merge.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kunjungan keluarga dalam rangka meningkatkan kesehatan mental para warga binaan. Karena kehidupan di dalam Lapas yang tidak sama dengan kehidupan di luar maka para warga binaan sangat membutuhkan adanya kunjungan keluarga agar kesehatam mental para warga binaan tetap stabil dan tetap tenang dalam menyelesaikan masalahnya. Sebagai rumusan masalah: Bagaimana pelaksanaan kunjungan keluarga di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane? Bagaimana kondisi mental para warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane setelah mendapat kunjungan keluarga jika dilihat dari Perspektif Bimbingan Konseling Keluarga Islam? Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah memberikan sumbangan teori pemikiran dalam mengadakan kegiatan kunjungan keluarga dalam meningkatkan kesehatan mental para warga binaan ditoinjau dari segi bimbingan konseling keluarga Islam.
Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan sumber data primer adalah sumber data utama wawancara kepada warga binaan tindak pidana umum, mendapatkan kunjungan seminggu sekali dan tindak pidana minimal satu tahun. Dan sumber data sekunder yaitu data pendukung yang terkait dengan dokumen-dokumen dari Lapas, buku, majalah dan foto-foto yang terkait dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data yang dipakai yaitu observasi, dokumentasi, wawancara. Sedangkan teknik analisis yang digunakan menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, model data, kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Kunjungan atau menjenguk keluarga di Lapas dilaksanakan setiap hari, kecuali hari Jumat dan Minggu. Jadwal tersebut terbagi menjadi dua jenis kunjungan. Pertama, kunjungan tahanan atau warga binaan titipan yang dilakukan setiap hari Senin dan Rabu. Kedua kunjungan terhadap narapidana atau warga binaan yang dilakukan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Sedangkan waktu kunjungan keluarga di laksanakan pada pukul 09.00-12.00 wib. Adapaun prosedur dalam kunjungan tersebebut cukup mudah yaitu hanya dengan mengisi formulir, menyerahkan kartu identitas dan pemeriksaan dari petugas. 2.Aturan-aturan yang ada di dalam Lapas membuat para warga binaan merasa tidak betah, tertekan, cemas, selalu gelisah dan mental meraka sangat terganggu dengan fikiran mereka yang selalu memikirkan keadaan keluarga di rumah. Dari keadaan tersebut, dukungan dari keluarga sangat bermanfaat dan di butuhkan oleh anggota keluarga yang berada dalam Lapas karena dapat memberikan semanga untuk menjalani hukumannya serta batinnya juga tetap tenang. Dukungan tersebut berupa kunjungan rutin ke dalam Lapas dengan membawa keluarga dan anak. Kunjungan yang dilakukan keluarga tentunya didasari cinta kasih sayang dalam keluarga untuk hidup bersama.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kunjungan keluarga; Kesehatan mental; Bimbingan konseling keluarga Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
300 Social sciences > 360 Social services; association > 365 Penal and related institutions
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Fitria Nuraini
Date Deposited: 05 Nov 2018 00:33
Last Modified: 05 Jun 2021 03:34
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8485

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics