Perspektif hukum Islam terhadap pemberian bonus 10% kepada marketing zakat (studi kasus di Lazis Baiturrahman Semarang)

Waro, Muhammad Ana Khoerol (2013) Perspektif hukum Islam terhadap pemberian bonus 10% kepada marketing zakat (studi kasus di Lazis Baiturrahman Semarang). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
082311020-Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (780kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311020_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311020_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311020_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311020_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311020_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
082311020_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (14kB) | Preview

Abstract

Zakat merupakan ibadah yang mengandung 2 dimensi, yaitu dimensi hablum minallah dan dimensi hablum minannas. Zakat dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial, maka perlu adanya pengelolaan zakat secara profesional dan bertanggung jawab yang dilakukan masyarakat dan pemerintah. Untuk menciptakan pengelolaan zakat yang baik, diperlukan persyaratan-persyaratan: Pertama, kesadaran akan makna, tujuan serta hikmah zakat. Kedua, amil zakat bener-bener orang yang terpercaya. Ketiga, perencanaan dan pengawasan pelaksanaan pemungutan yang baik. Akan tetapi kenyataannya, di Kota Semarang yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan memilik potensi yang sangat besar. Banyak masyarakat yang penghasilannya sudah cukup nisab dan beragama Islam tidak melaksanakan kewajiban zakat. Zakat yang telah terkumpul harus disalurkan kepada mustahiq sebagaimana tergambar dalam surat at Taubah ayat 60. Dari ayat tersebut dapat dilihat bahwa dari delapan golongan yang berhak menerima zakat, yang pertama disebut adalah orang fakir dan orang miskin. Kemudian dalam suatu organisasi penerima dan pengelola zakat yaitu LAZIS Masjid Baiturrahman Semarang yang dalam mekanismenya memberikan bonus 10% kepada marketing zakat dari dana zakat yang diperolehnya. Melihat fenomena di atas penulis tertarik untuk menelitinya yang mengacu pada pokok masalah sebagai berikut: Bagaimanakah kebijakan LAZIS Baiturrahman Semarang tentang bonus 10% yang diberikan kepada marketing zakat dan apa alasan kebijakan pemberian bonus tersebut? Dan bagaimana pandangan hukum islam terhadap kebijakan LAZIS Masjid Agung Baiturrahman Semarang tentang pemberian bonus 10% kepada marketing zakat? Jenis penelitan ini termasuk penelitian lapangan atau field research yang dilakukan di LAZIS Baiturrahman Semarang. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Setelah data-data terkumpul maka penulis menganalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Akhirnya hasil penelitian ini berkesimpulan, dalam pelaksanaan pengumpulan, pendayagunaan dan pendistribusian zakat di LAZIS Baiturrahman Semarang sudah sesuai dengan ketentuan hukum Islam, yaitu memungut langsung dari muzakki setelah muzakki meminta untuk mengambilnya, dan disalurkan kepada mustahiq di wujudkan dalam pendidikan sosial dan ekonomi. Sedangkan mengenai pemberian bonus 10% kepada marketing zakat adalah merupakan jatah bagi amil, yang menurut pendapat Imam Syafi’i ada penyamarataan bagian zakat dari delapan golongan yang berhak menerimanya yang salah satuya adalah amil zakat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Zakat; Bonus Amil Zakat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 03 Apr 2014 04:54
Last Modified: 03 Apr 2014 04:54
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1777

Actions (login required)

View Item View Item