Bank air susu ibu (ASI) dalam tinjauan hukum Islam

Fanani, Ahwan (2012) Bank air susu ibu (ASI) dalam tinjauan hukum Islam. Ishraqi, 10 (1). pp. 83-96. ISSN 1412-5722

[img]
Preview
Text
Ahwan-Bank_Air_Susu_Ibu.pdf - Published Version

Download (174kB) | Preview
Official URL: http://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/123456789/...

Abstract

The phenomenon of modernity bring with it social changes, some of which are related to family structure. The open of public career for women leads to the broader role of women to participate in public work and to leave their domestic rule. The change has impact to the interpretation of Islamic teachings as well. The nature of Islamic teaching is closely related to social engineering and social control so that any social change will consequently challenge islamic experts (ulama) to formulate Islamic preceipt to meet moslem needs to deal with the new situation. One issue that raises the interest of ulama recently is human milk bank. Human milk bank is a system of providing and transferring donored human milk to those who need it, especially new infants. The system – having been developing in developed-West countries for nearly one century— is now creeping into islamic society and raise the question on its compatibility to Islamic law. The paper is aimed to provide answer in the light of Islamic law to the question.Human Milk Banking may be categorize as branch law (furu’) due to the absent of dalil on it. However, there are abundant of dalils (Islamic legal sources) related to breastfeeding and to donor as well as transaction law. From the analysis and induction the the dalils, it can be inferred that basically Human Milk Banking is allowed according to Islamic law because there is not againts any dalil and muamalah (human relation) is basically allowed as far as no prohibitation. The permission if human milk banking does not mean that all processes employed by the bank are allowed as well. Breastfeeding to infant, in Islamic law, has impact of the relation between milk-owner mother and the baby in which all marriage between both or between the baby with some of milk-owner mother’s relatives is forbidden. Therefore, the system of human milk bank has to fullfill several conditions, namely identity clairty and safety. Abstrak: Modernitas mengakibatkan terjadinya perubahan sosial, termasuk di kalangan umat Islam. Salah satu pranata sosial yang mendapatkan pengaruh dari perubahan tersebut adalah pranata keluarga. Perubahan sistem keluarga dari keluarga besar ke dalam sistem keluarga inti dan partisipasi wanita dalam ranah publik menjadi salah satu wajah perubahan pranata keluarga akibat modernisasi. Hal tersebut berdampak pula terhadap pemahaman ajaran Islam. Ajaran Islam sebagai petunjuk bagi umat manusia dituntut untuk mampu menjawab berbagai persoalan sosial agar fungsinya untuk rekayasa dan kontrol sosial tetap berjalan. Salah satu problem yang muncul belakangan ini adalah mengenai bank Air Susu Ibu (ASI). Bank Asi adalah sistem untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyalurkan air susu dari ibu-ibu yang kelebihan air susu kepada anak (bayi) yang kekurangan susu ibu atau memiliki problem kesehatan tertentu. Bank ASI telah berkembang lama di dunia Barat dan mulai masuk dan dikenal di kalangan masyarakat muslim. Keberadaan bank ASI menimbulkan pertanyaan dari sebagian kalangan muslim mengenai keabsahannya menurut hukum Islam. Makalah ini mencoba untuk memberikan tinjauan terhadap bank ASI menurut hukum Islam. Persoalan bank ASI dalam hukum Islam dapat dikategorikan sebagai persoalan furu karena tiadanya dalil langsung yang mengacu kepada sistem tersebut. Bank ASI sebenarnya hanya sarana untuk donor ASI, meskipun tidak tertutup kemungkinan bank ASI dijalankan secara komersial. Berdasarkan tinjauan terhadap hukum-hukum pokok yang terkait dengan penyaluran ASI, yaitu hukum radla’ah (penyusuan) dan muamalah (jual beli/ hibah) tampak bahwa penyaluran ASI adalah praktek yang mubah. Hanya saja penyaluran ASI menimbulkan dampak hukum, yaitu adanya hubungan hukum antara bayi penerima dan ibu pemberi ASI. Oleh karena itu, kebolehan bank ASI diikuti dengan syarat-syarat untuk menjamin tidak dilanggarnya larangan pernikahan dan terjadi kejelasan hubungan antara bayi penerima dengan ibu pemberi susu dan kerabatnya yang secara langsung terkena dampak hukum dari hubungan persusuan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Bank Air Susu Ibu; Hukum Islam; Relasi antar Manusia
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Artikel Jurnal (Journal Articles)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 05 Apr 2014 03:32
Last Modified: 05 Apr 2014 03:32
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1853

Actions (login required)

View Item View Item