Analisis terhadap praktek masyarakat kec. Mangaran kab. Situbondo tentang jatuhnya talak tanpa putusan Pengadilan Agama

Faiz, Abdul Karim (2010) Analisis terhadap praktek masyarakat kec. Mangaran kab. Situbondo tentang jatuhnya talak tanpa putusan Pengadilan Agama. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
62111042_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (420kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62111042_Bab1.pdf - Accepted Version

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62111042_Bab2.pdf - Accepted Version

Download (318kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62111042_Bab3.pdf - Accepted Version

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62111042_Bab4.pdf - Accepted Version

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62111042_Bab5.pdf - Accepted Version

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
62111042_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (22kB) | Preview

Abstract

Ikatan perkawinan yang sakinah mawaddah wa rahmah selalu menjadi dambaan pasangan suami istri. Harapan manusia kadang tidak sejalan dengan realita, begitu juga dalam hal perkawinan, perceraian terkadang tidak dapat dihindarkan dan menjadi pilihan mengakhiri ikatan perkawinan. Secara ushuliyah keabsahan suatu perkara dipandang dari kelengkapan rukun dan syaratnya, jika rukun dan syaratnya sudah lengkap maka tidak ada halangan untuk mengatakan bahwa perbuatan tersebut sah. Sama halnya dengan perceraian, dalam konsep fiqih jumhur, terlebih Fiqih Syafi’iyah jika rukun dan syaratnya sudah lengkap, yakni : 1. Suami (lengkap dengan persyaratannya), 2. Istri (lengkap dengan persyaratannya) dan 3. Redaksi (sighat) talaknya (lengkap dengan persyaratannya) sudah lengkap, dalam “kacamata” fiqih perceraianya sah dan ikatan perkawinan terputus. Perceraian dalam Hukum di Indonesia bagi Umat Islam aturannya termaktub dalam beberapa pasal UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang mengatur tentang perceraian. Berbeda dengan konsep fiqih, keabsahan perceraian dalam “kacamata” Hukum Islam di Indonesia tidak hanya dengan kelengkapan rukun dan syaratnya, putusan pengadilan adalah justifikasi akhir perceraiannya sah dan tidaknya, serta ikatan perkawinannya terputus atau tidak. Hal ini karena talak dalam prespektif Hukum Islam di Indonesia adalah ikrar di depan sidang pengadilan. Faktanya, sebagaimana dalam objek penelitian penulis yakni perceraian di Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo, terdapat praktek perceraian yang menganggap bahwa keabsahan perceraian adalah dalam “kacamata” fiqih. Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam kasus-kasus yang terjadi di seluruh desa di Kecamatan Mangaran yang berjumlah enam (6) desa. Dalam pandangan mereka (Narasumber perceraian), Hukum Islam tentang perceraian yang diatur oleh Hukum Positif dengan melibatkan pengadilan tiada lain hanya sebagai administrasi. Praktek perceraian tanpa putusan Pengadilan Agama dengan dalih keabsahan dalam pandangan Hukum Agama (fiqih) sejatinya mencederai universalitas konsep fiqih. Karena keabsahan fiqih dipandang secara parsial dengan hanya memandang dari sisi rukun dan syaratnya. Mengambil jalan perceraian hal yang tidak mudah, prosedur yang telah diatur untuk pra-perceraian, kemaslahatan dan konsep hukum yang sesuai dengan kondisi masyarakat adalah hal yang juga menentukan keabsahan hukum. Sehingga hukum tidak “kaku” dan representatif dengan keadaan mayarakat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Talak; Perceraian
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Additional Information: Pembimbing: H. Ahmad Izzuddin, M.Ag.; Dra. Hj. Siti Amanah, M.Ag.
Depositing User: Nur yadi
Date Deposited: 22 Dec 2014 04:39
Last Modified: 22 Dec 2014 04:39
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3096

Actions (login required)

View Item View Item