Inovasi hidden curriculum pada pesantren berbasis entrepreneurship (studi kasus di Pondok Pesantren Al-Isti’anah Plangitan Pati)

Wahyono, Sigit (2010) Inovasi hidden curriculum pada pesantren berbasis entrepreneurship (studi kasus di Pondok Pesantren Al-Isti’anah Plangitan Pati). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
3105129_Coverdll.pdf - Accepted Version

Download (822kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3105129_Bab 1.pdf - Accepted Version

Download (61kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3105129_Bab 2.pdf - Accepted Version

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3105129_Bab 3.pdf - Accepted Version

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3105129_Bab 4.pdf - Accepted Version

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3105129_Bab 5.pdf - Accepted Version

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3105129_Bibliografi.pdf - Bibliography

Download (16kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Bagaimana konsep inovasi hidden curriculum pada pesantren berbasis entrepreneurship. 2). Bagaimana inovasi hidden curriculum pada pesantren berbasis entrepreneurship di Pondok Pesantren Al-Isti’anah Plangitan Pati. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif (Descriptive Research) dengan teknik studi kasus (case study) dan menggenakan pendekatan kualitatif. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa: 1). Konsep inovasi hidden curriculum pada pesantren berbasis entrepreneurship merupakan gambaran tentang pembaharuan yang terjadi dalam kurikulum tersembunyi pada pesantren yang menanamkan dan melaksanakan pendidikan entrepreneurship. Pembaharuan tersebut terdapat pada, visi dan misi seorang kyai, pola hubungan komunikasi antara santri-ustadz-kyai. Selain itu terdapat pada tata tertib, rutinitas dan kebijakan yang ada di pesantren. 2). Inovasi hidden curriculum pada pesantren berbasis entrepreneurship di Pondok Pesantren Al-Isti’anah terletak pada, Pertama, visi dan misi kyai Rahmat. Setelah melihat tantangan dan profil lulusan pesantren setelah terjun dalam masyarakat, kyai Rahmat mempunyai ide, gagasan yang inovatif, yaitu memberikan kegiatan lapangan kepada santri dalam bentuk ketrampilan pada bidang-bidang usaha. Kedua, hubungan dan komunikasi santri-ustadz-kyai. Terlihat hubugan antara ketiga unsur pesantren ini terjadi pembaharuan yang menyebabkan suasana kebersamaan dan kekeluargaan semakin dekat. Hubungan dan komunikasi antara ketiga unsur pesantren ini tidak hanya terjadi dalam pembelajaran formal pada materi-materi keagamaan, tetapi juga terjadi pada saat kegiatan lapangan atau kegiatan ketrampilan. Ketiga, kegiatan kesehariaan santri. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan lapangan menyebabkan aktivitas keseharian santri mengalami perubahan. Dilihat dari aktifitas keseharian santri yang berubah yaitu ketika pagi hari setelah santri salat Shubuh berjama’ah dan mengaji kitab, santri kemudian bersiap-siap untuk menajalankan aktifitas lapangan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kegiatan ini secara tidak langsung tidak memberikan kesempatan kepada santri untuk bermalas-malasan di kamar. Selain waktu pagi, kegiatan lapangan juga dilaksanakan pada sore hari setelah salat Ashar berjama’ah dan mengaji kitab.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hidden Curriculum; Pondok Pesantren; Entrepreneurship; Kurikulum
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
300 Social sciences > 370 Education > 375 Curriculums
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Additional Information: Pembimbing: Ahmad Muthohar, M.Ag.; Drs. H. Fatah Syukur NC, M. Ag.
Depositing User: Agus Sopan Hadi
Date Deposited: 07 Jan 2015 08:52
Last Modified: 07 Jan 2015 08:52
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3263

Actions (login required)

View Item View Item