Rukyat global sebagai upaya penyatuan awal puasa dan hari raya (studi pemikiran Abû al-Faîdh Ahmad bin Muhammad al- Ghumari dalam kitab Taujîh al-Andhâr li Tauhîd al-Muslimîn fi al-Shaum wa al-Ifthâr)

Umam, M. Khoirul (2016) Rukyat global sebagai upaya penyatuan awal puasa dan hari raya (studi pemikiran Abû al-Faîdh Ahmad bin Muhammad al- Ghumari dalam kitab Taujîh al-Andhâr li Tauhîd al-Muslimîn fi al-Shaum wa al-Ifthâr). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
122111070.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini terinspirasi dari salah satu kitab karya salah satu ulama Yordania yaitu Abû al-Faîdh Ahmad bin Muhammad al-Ghumari dalam Kitab Taujȋh al-Andhȃr li Tauhȋd al-Muslimȋn fi al-Sȃumi wa al-Ifthȃr. Kitab tersebut membahas salah satu metode penentuan awal bulan Kamariah, khususnya penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, yaitu rukyat global. Dalam skripsi ini akan dijelaskan teori rukyat global yang diusung oleh Abû al-Faîdh al-Ghumari dalam menetapkan awal puasa dan hari raya serta bagaimana implementasinya. Penelitian ini bersifat penelitian kepustakaan (library research), yang mengambil kitab Taujȋh al-Andhȃr li Tauhȋd al-Muslimȋn fi al-Sȃumi wa al-Ifthȃr sebagai data primer. Kitab tersebut membahas persoalan penetapan awal puasa dan hari raya. Penulis juga mengambil data-data pendukung lainnya seperti kamus, ensiklopedi dan wawancara. Penelitian ini mengkaji pemikiran Abû al- Faîdh al-Ghumari dalam menetapkan awal bulan Ramadhan dan Syawal, kemudian dianalisis dengan pendapat-pendapat dari beberapa tokoh lain yang berkaitan dengan penentuan awal puasa dan hari raya, selanjutnya diterapkan dalam konteks sekarang. Hasil dari penelitian ini adalah rukyat global pemikiran Abû al-Faîdh al- Ghumari tidak tepat digunakan sebagai penentuan awal puasa dan hari raya bersama-sama. Hal itu disebabkan ibadah sangat terkait dengan waktu dan tempat dimana seseorang tinggal. Dalam hal ini kaitanyya dengan garis tanggal pada suatu negara itu tidak sama. Selain itu keputusan hasil penetapan awal bulan Ramadhan dan Syawal juga tidak bisa lepas dari keputusan dari seorang pempin negara. Menurut penulis, penyatuan dalam memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan sangat diperlukan, untuk menjaga tali persaudaraan antar umat islam. Penyatuan yang dimaksud juga tidak bisa hanya dimaknai dengan melakukan puasa pada hari dan waktu yang sama, karena itu tidak mungkin terjadi. Yaitu dengan mengadakan konferensi-konferensi, seminar serta pertemuan-pertemuan internasional guna membahas penyeragaman metode dan kriteria dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Karena dimulai dari penyatuan dalam metode dan kriteria dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan, secara tidak langsung umat islam akan memulai dan mengakhiri puasa secara bersama-sama.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Rukyat hilal; Rukyat global; Awal bulan Kamariah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 529 Chronology
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Additional Information: Pembimbing: Dr. H. Akhmad Arif Junaidi, M. Ag.; Dr. H. Mohamad Arja Imroni, M. Ag.
Depositing User: Nur Rohmah
Date Deposited: 27 Sep 2016 05:27
Last Modified: 27 Sep 2016 05:27
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/5769

Actions (login required)

View Item View Item