Reformulasi teori hukuman tindak pidana korupsi menurut hukum pidana Islam

Khasan, Moh (2011) Reformulasi teori hukuman tindak pidana korupsi menurut hukum pidana Islam. Research report (Laporan penelitian). Pusat Penelitian IAIN Walisongo, Semarang.

[img]
Preview
Text
Khasan_Reformulasi_teori_Hukuman_Korupsi.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini disusun untuk memenuhi dua tujuan; pertama, melakukan identifikasi terhadap tindak kejahatan korupsi dalam pandangan hukum pidana Islam; kedua, untuk merumuskan formulasi teori hukuman tindak kejahatan korupsi menurut hukum pidana Islam. Penelitian ini mengambil bentuk penelitian kualitatif, oleh karenanya metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan data-data kepustakaan sebagai sumber primer dan sumber sekunder. Pendekatan hukum doktrinal digunakan sebagai alat analisis disinkronkan dengan metode deskriptif-analitis. Beberapa temuan dalam penelitian ini adalah, pertama, bahwa tindak pidana korupsi, sebagai sebuah kejahatan yang kompleks, tidak cukup hanya dilihat dari perspektif agama (baca: fiqh) saja, namun perlu dilihat dari perspektif global dalam konteks ketatanegaraan, sosial, dan politik, sebagaimana ketika melihat perspektif kejahatan terorisme. Perspektif inilah yang memungkinkan mengkategorikan korupsi termasuk dalam kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Oleh karena itu ketika korupsi diidentifikasi sebagai pencurian (sariqah), maka seharusnya ia menjadi kejahatan pencurian yang luar biasa (sariqah al-kubrâ) yang harus dihukumi sebagai jarîmah hirâbah. Kedua, reformulasi teori hukuman korupsi harus dikonstruk dalam kerangka pembaharuan hukum Islam yang tidak terlalu fiqh oriented, sehingga menghasilkan rumusan yang lebih variatif, aplikatif, reformatif, dan sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan mengkategorikan korupsi sebagai tindak kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), menjadikan upaya pemberantasannya menjadi lebih optimal karena berlakunya asasasas seperti asas berlaku surut (asas raj’iyyah), asas hukuman maksimal, dan asas pembuktian terbalik.

Item Type: Monograph (Research report (Laporan penelitian))
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; Tindak pidana korupsi; Teori hukuman
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
Divisions: Laporan Penelitian (Research Reports)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 15 Aug 2017 08:57
Last Modified: 16 Aug 2017 08:29
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7169

Actions (login required)

View Item View Item