Analisis ulil amri dalam konteks penetapan awal Ramadhan dan ‘īdaini (Idul Fitri dan Adha) dalam perspektif Persatuan Islam (Persis)

Rahmawati, Lina (2017) Analisis ulil amri dalam konteks penetapan awal Ramadhan dan ‘īdaini (Idul Fitri dan Adha) dalam perspektif Persatuan Islam (Persis). Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
skripsi full.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Perbedaan penentuan awal bulan Kamariah masih kerap terjadi di Indonesia khususnya dalam penentuan awal Ramadhan dan ‘īdaini (idul Fitri dan Adha). Perbedaan ini terjadi pada tahun 1985, 1992, 1993, 1998 dan kembali terjadi pada tahun 2002, 2006, 2007 dan 2008. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya yaitu perbedaan pandangan mengenai otoritas (ulil amri) penentu awal bulan Kamariah. Salah satu organisasi kemasyarakatan di Indonesia yaitu Persatuan Islam (PERSIS) melalui Dewan Hisbahnya mengeluarkan keputusan bahwa ulil amri yang berwenang dalam menentukan awal Ramadhan dan ‘īdaini (idul Fitri dan Adha) adalah Pimpinan Jam’iyyah (Ketua Umum). Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti dan menganalisa: 1) Bagaimana ulil amri dalam Persatuan Islam (PERSIS) atas kewenangan menentukan awal Ramadhan dan ‘īdaini (idul Fitri dan Adha)?, 2) Bagaimana implementasi ulil amri dalam Persatuan Islam (PERSIS) atas kewenangan menentukan awal Ramadhan dan ‘īdaini (idul Fitri dan Adha)?Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data primer berupa wawancara dan juga fatwa yang dikeluarkan oleh Persatuan Islam (PERSIS). Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara dengan tokoh-tokoh Persatuan Islam (PERSIS) dan dokumentasi yang berupa tulisan-tulisan dan xi data-data yang terkait dengan Persatuan Islam (PERSIS) dan ulil amri. Sementara analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan; pertama, ulil amri menurut Persatuan Islam (PERSIS) adalah umara‘,ashhābul sarayā, al-‘ulamā‘ wa al-fuqahā‘/ahl al-fiqh wa al-’ilmi wa al-’aqli, para sahabat Nabi Saw, Abu Bakar dan Umar r.a, ahl al-hall wa al-‘aqdi. Khusus penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah ulil amri menurut Persatuan Islam (PERSIS) adalah Pimpinan Jam’iyyah yang mengacu pada pengertian ulil amri yaitu umara‘. Keputusan Persatuan Islam (PERSIS) jika dikaitkan dengan upaya penyatuan kalender Hijriah memanglah tidak mendukung dan dikaitkan dengan UUD 1945 keputusan ini tidak menyalahinya karena memang tidak ada undang-undang khusus yang mengatur permasalahan ini. Kedua, keputusan awal Dzulhijjah 1434 H dan awal Syawal 1436 H adalah dua keputusan yang mana dari keputusan tersebut dapat dilihat dengan jelas peran ulil amri yang berwenang dalam menentukan awal Ramadhan dan ‘īdaini (idul Fitri dan Adha) menurut Persatuan Islam (PERSIS). Dua keputusan tersebut ditetapkan berbeda dengan almanak Persatuan Islam (PERSIS) dengan beberapa pertimbangan dan berdasarkan kesepakatan Pimpinan Jam’iyyah, Dewan Hisbah dan Dewan Hisab Rukyat Persatuan Islam (PERSIS).

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorArifin, Moh.UNSPECIFIED
Thesis advisorHambali, SlametUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Ulil Amri; Persatuan Islam (PERSIS); Awal Ramadhan; Hari Raya; Idul Fitri; Idul Adha
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Ihsannudin Ihsannudin
Date Deposited: 17 May 2018 02:06
Last Modified: 17 May 2018 02:06
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7784

Actions (login required)

View Item View Item