Metode penentuan awal akhir Ramadan menurut Tarekat Syattariyah di Desa Peuleukung Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Aceh

Pertiwi, Asih (2017) Metode penentuan awal akhir Ramadan menurut Tarekat Syattariyah di Desa Peuleukung Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Aceh. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132611043.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Tarekat Syattariyah berada di desa Peuleukung kecamatan Seunagan Timur kabupaten Nagan raya Aceh. Tarekat ini menggunakan metode penentuan awal Ramadan yang kerap mendahului ketetapan pemerintah dalam berpuasa. Berangkat dari hal tersebut, maka penulis ingin menelusuri bagaimana metode dan faktor yang berpengaruh penentuan awal dan akhir Ramadan tarekat Syattariyah di desa Peuleukung kecamatan Seunagan Timur kabupaten Nagan raya Aceh. Penelitian ini menggunakan field reseach. Penulis melakukan pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Wawancara langsung kepada pengikut tarekat itu yang mengerti tentang metode awal dan akhir Ramadan adalah sebagai data primer pada penelitian ini dan data sekunder diperoleh dari hasil dokumentasi berupa kitab Tāj al-Mulūk yang mereka gunakan sebagai pedoman dalam penentuan awal Ramadan. Penelitian ini penulis analisis menggunakan analisis deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Tarekat Syattariyah di desa Peuleukung kecamatan Seunagan Timur kabupaten Nagan raya Aceh menggunakan metode bilangan lima. Metode tersebut digolongkan ke dalam hisab ‘urfī karena perhitungan tersebut selalu konsisten terhadap perata-rataan bulan dalam setahun. Namun terdapat beberapa ketentuan tradisi yang dapat mengubah hasil dari metode bilangan lima tarekat Syattariyah Peuleukung tersebut, yaitu umur bulan Ramadan selalu berjumlah 30 hari sebagai ideologi untuk kesempurnaan ibadah. Selanjutnya adalah tidak diperbolehkannya memulai puasa pada hari Rabu, Jumat dan Ahad sehingga harus maju atau mundur 1 hari tergantung tahun itu berada pada tahun maju atau mundur. Konsep ini disebut Limoeng Troen Ek (lima tahun naik) dan Limoeng Thoen Treun (lima tahun turun) karena maju dan mundur 1 hari tersebut berulang setiap periode lima tahun. Terakhir adalah secara teknisi mereka melakukan musyawarah, bahwa penentuan 1 Ramadan diserahkan kepada majlis.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorJunaidi, Ahmad AriefUNSPECIFIED
Thesis advisorHambali, SlametUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tarekat Syattariyah; Awal Ramadhan; Awal Bulan Kamariah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Ihsannudin Ihsannudin
Date Deposited: 14 May 2018 03:48
Last Modified: 14 May 2018 03:48
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7788

Actions (login required)

View Item View Item