Tinjauan hukum Islam terhadap praktek akad murabahah : studi kasus di BMT NU Sejahtera Cabang Kendal

Priatiningsih, Priatiningsih (2017) Tinjauan hukum Islam terhadap praktek akad murabahah : studi kasus di BMT NU Sejahtera Cabang Kendal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
081.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

danya lembaga keuangan yang saling berlomba-lomba membuka layanan syariah. BMT adalah lembaga keuangan yang berlandaskan pada prinsip syariah. Produk yang dikeluarkan BMT salah satunya adalah pembiayaan dan pembiayaan yang diberikan kepada nasabahnya tidak hanya berbasis bagi hasil, melainkan juga ada yang berbasis jual beli. Salah satu pembiayaan dengan akad jual beli disalurkan dalam bentuk pembiayaan murabahah. Pembiayaan murabahah ini paling banyak diminati oleh para nasabah terutama bagi nasabah usaha kecil dan menengah karena sangat membantu perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana praktek pembiayaan akad murabahah di BMT NU Sejahtera cabang Kendal dan untuk mengetahui apakah praktek pembiayaan murabahah sudah sesuai dengan syari’ah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode wawancara manager, DPS, nasabah, dan dokumentasi dari BMT NU Sejahtera cabang Kendal, sedangkan untuk data sekunder peneliti menggunakan dokumen, buku-buku, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan teori pembiayaan murabahah. Setelah data penelitian terkumpul selanjutnya dilakukan analisis mnggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan pembiayaan murabahah pada BMT NU Sejahtera cabang Kendal belum memenuhi ketentuan syari’ah. Hal ini terjadi karena dari segi syarat rukunnya ada beberapa aspek yang belum sesuai dengan ketentuan syari’ah, dikarenakan dalam pelaksanaan akad murabahah tidak hanya untuk jual beli barang melainkan untuk biaya konsumtif, padahal sudah jelas bahwa akad murabahah adalah jual beli barang, kemudian BMT sebagai penjual tenyata tidak menunjukan barang sebagai objek jual beli murabahah, maka transaksinya tidak sah karena salah satu rukun murabahah dalam penyediaan barang tidak ada. Selain itu dari segi barang yang diperjual-belikan tidak jelas, karena yang membeli barang adalah pihak nasabah itu sendiri dan pihak BMT hanya sebagai pemberi pinjaman uang saja. Penetapan keuntungan murabahah penjual tidak tau harga pokok barang. Pembayaran masih tergantung dengan lamanya waktu peminjaman, seharusnya penetapan keuntungan murabahah harus sama meskipun akan diangsur 1,2 atau 3 tahun dan bergantung pada pembelian barang yang riil, bukan dari tingkat modal yang dipinjam oleh nasabah, sehingga menjadikan seperti riba. Sedangkan ix syarat yang harus dipenuhi supaya menjadi sah tidak terjadi rusak pada akad murabahah di antaranya kontrak harus bebas dari riba.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorKhoirin, NurUNSPECIFIED
Thesis advisorSupangat, SupangatUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Akad murabahah; Bank Muamalah wa Tamwil (BMT); Bunga bank; Riba
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Depositing User: Ihsannudin Ihsannudin
Date Deposited: 14 May 2018 03:56
Last Modified: 14 May 2018 03:56
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/7793

Actions (login required)

View Item View Item