Analisis hukum Islam terhadap pemalsuan identitas untuk perkawinan poligami dan akibat hukumnya: studi kasus di KUA Kecamatan Subah Kabupaten Batang

Nasakh, Mochammad Bellandi (2017) Analisis hukum Islam terhadap pemalsuan identitas untuk perkawinan poligami dan akibat hukumnya: studi kasus di KUA Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo.

[img]
Preview
Text
132111018.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pada asasnya poligami itu dibolehkan bagi orang yang telah mendapatkan izin dari Pengadilan Agama. Orang yang berpoligami juga harus memenuhi persaratan tanpa melalui kecurangan. Namun hal ini berbeda dengan yang terjadi di KUA Kecamatan Subah, suami tersebut tidak mendapatkan ijin dari pengadilan Agama dan memalsukan identitasnya untuk berpoligami dengan wanita lain. Dalam fenomena tersebut penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana hukum perkawinan poligami dengan memalsukan identitasnya menurut hukum Islam dan Undang-undang Perkawinan 1974 serta bagaimana akibat hukum perkawinan poligami dengan pemalsuan identitas terhadap anak-anaknya harta yang ditinggalkan. Data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu dengan menggunakan kualitatif deskriptif normatif yang dimana penelitian ini didasarkan pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan serta norma-norma yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Juga mengumpulkan data dari hasil riset tentang pemalsuan identitas untuk perkawinan poligami di KUA Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemalsuan identitas perkawinan poligami ini hukumnya tidak sah menurut hukum formil, dikarenakan yang melakukan akad bukan orang dengan nama Slamet Untung, melainkan dia adalah Tarjadi. Dalam hal ini menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan 1974 perkawinan ini hukumnya tidak sah karena poligami yang dilakukan tidak mendapatkan izin dari Pengadilan Agama dan sudah memalsukan identitasnya. Dan anak yang lahir dari perkawinan tersebut adalah nasabnya kepada ibunya, serta istri dan anaknya pun tidak mendapatkan harta yang ditinggalkan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorArifin, Moh.UNSPECIFIED
Thesis advisorSeptiana, Yunita DewiUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pemalsuan identitas; Perkawinan; Poligami
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Mohamad Akyas
Date Deposited: 02 Aug 2018 08:38
Last Modified: 02 Aug 2018 08:38
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/8076

Actions (login required)

View Item View Item