Kritik iklan dalam perspektif eksistensialisme Jean Paul Sartre

Elsyifa, Nur (2018) Kritik iklan dalam perspektif eksistensialisme Jean Paul Sartre. Undergraduate (S1) thesis, UIN Walisongo Semarang.

[img]
Preview
Text
1404016044.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Berkembangnya model pemasaran produk yang ditampilkan atau disajikan oleh perusahaan dalam sebuah iklan semakin canggih. Begitupun permasalahan potensi manusia untuk membentuk dirinya sendiri, menjadi salah satu kebebasan dalam berekspresi. Persoalan bagaimana bentuk cara penyampaian suatu promosi beragam dan tidak terlepas dari makna modern yang semakin gemilang. Perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi sebuah produk semakin meningkat, sehingga mudah bagi instansi untuk mempengaruhinya. Mayoritas konsumen minim informasi mengenai permainan yang dilakukan industri, sehingga mudah bagi iklan untuk menguasai pikiran manusia. Dari sini timbul permasalahan yaitu bagaimana kritik iklan menggunakan kacamata Eksistensialisme Jean Paul Sartre dalam tinjauan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, dengan pendekatan kualitatif, yang menggunakan metode pengumpulan data dengan cara penelusuran terhadap sumber-sumber kepustakaan yang relevan. Sedangkan analisisnya menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber primer tentang periklanan dalam karya Wahyu Wibowo, yang berjudul Sihir Iklan (Format Komunikasi Mondial Dalam Kehidupan Urban-Kosmopolit), serta tayangan iklan di TV maupun media sosial, adapun sumber sekunder karya Dendi Sudiana Komunikasi Periklanan Cetak. Hasil penelitian ini ialah seorang eksistensialis, dengan kesadaran dan kebebasannya bisa menentukan tindakan apa yang harus dipilih. Memilih suatu keputusan merupakan bentuk penegasan nilai, sehingga apapun yang dipilih dan diperbuat meskipun itu berdasarkan kebebasan, manusia harus bertanggung jawab atas pilihannya. Hal ini mendorong manusia untuk selalu mempertimbangkan dan berhati-hati dalam mengambil suatu keputusan. Iklan menurut eksistensialisme Sartre berarti cenderung lebih menekankan eksistensi adanya suatu produk yang ditayangkan di TV maupun media sosial yang mempunyai tujuan jelas, yaitu bersifat merayu atau mengajak para konsumen untuk mengkonsumsi barang tersebut. Walaupun dalam Islam tidak menentang bahwa manusia merupakan makhluk yang bereksistensi, alangkah baiknya jika iklan bisa menyesuaikan dengan sistem ekonomi bisnis dalam Islam. Salah satu bentuk informasi yang mudah mempengaruhi masyarakat adalah iklan. Mayoritas masyarakat telah menjadikan iklan sebagai kacamata akan suatu penampilan di era modern sekarang. Pikiran seseorang yang terus menerus diberikan konsumsi iklan lambat laun juga akan terpengaruh, meskipun awalnya kurang percaya, tetapi karena rasa penasaran keingintahuan sehingga seseorang ingin mencoba untuk membuktikan apakah manfaat iklan tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan. Jadi, kita harus lebih pandai dalam memilih produk apa yang bermanfaat bagi diri sendiri.

[error in script]
Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Contributors:
ContributionContributors (e.g. Thesis Advisor)Email
Thesis advisorMachrus, MachrusUNSPECIFIED
Thesis advisorTsuwaibah, TsuwaibahUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Media massa; Iklan; Kebebasan; Eksistensialisme
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 140 Specific philosophical schools > 142 Critical philosophy
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Muhammad Khozin
Date Deposited: 25 Mar 2019 10:27
Last Modified: 25 Mar 2019 10:27
URI: http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/9231

Actions (login required)

View Item View Item