Studi komparasi pendapat Ibnu Taimiyah dan Yusuf Qardawi tentang partisipasi seorang muslim dalam pemerintahan non islam

Salim, Agus (2008) Studi komparasi pendapat Ibnu Taimiyah dan Yusuf Qardawi tentang partisipasi seorang muslim dalam pemerintahan non islam. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Walisongo.

[thumbnail of SKRIPSI_2102084_AGUS_SALIM]
Preview
Text (SKRIPSI_2102084_AGUS_SALIM)
2102084_Skripsi lengkap.PDF - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Berbicara tentang partisipasi seorang muslim dalam pemerintahan non Islam, seorang muslim boleh menduduki jabatan-jabatan penting di bawah kendali kepala negara non Islam. Yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana pendapat Yusuf Qardhawy dan Ibnu Taimiyah tentang berpartisipasi dalam pemerintahan non muslim? Bagaimana alasan hukum pendapat Yusuf Qardhawy dan Ibnu Taimiyah tentang berpartisipasi dalam pemerintahan non muslim? Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber tertulis seperti kitab atau buku. Sebagai data primer yaitu karya Yusuf Qardawi (Fiqh al-Daulah fi al-Islam) dan kitab Ibnu Taimiyah (Majmû al-Fatâwâ). Sedangkan data sekunder, yaitu kepustakaan lain yang menunjang data primer. Untuk menganalisis data, maka peneliti menggunakan metode hermeneutic, deskriptif analitis, historis dan komparatif.
Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa Ibnu Taimiyah mempunyai fatwa yang tegas tentang dibolehkannya seorang muslim menduduki beberapa jabatan dalam negara yang zalim. Menurutnya seorang pemimpin non Islam perlu didukung asalkan ia mempunyai komitmen berjuang mewujudkan keadilan dan menghapus kezaliman sesuai dengan kemampuannya, dan kepemimpinannya lebih mendatangkan kebaikan bagi kaum muslimin daripada kepemimpinan orang lain, dan kekuasaannya atas wilayah lebih baik daripada kekuasaan orang lain, maka dia boleh tetap menjalankan tugas dan menduduki kekuasaannya. Dia tidak berdosa karena itu, bahkan kelangsungan kepemimpinannya lebih baik daripada dia tinggalkan, kecuali bila ada orang yang lebih baik yang akan menggantikannya. Menurut Ibnu Taimiyah, barangkali wajib baginya untuk tetap berkuasa bila tidak ada orang lain yang mampu menggantikannya. Menyebarkan keadilan dan membasmi kezaliman sesuai dengan kemampuan merupakan fardu kifayah atau kewajiban kolektif. Seseorang yang mampu harus melaksanakannya menurut kemampuannya, kalau orang lain tidak melaksanakannya. Bila sebagian sudah melaksanakan, yang lain tidak dituntut. Tapi, kondisilah yang menyebabkan mereka tidak mampu melenyapkan kezaliman. Namun pandangan lain mengharamkan seorang muslim berpartsipisasi dalam pemerintahan non Islam, seperti yang dinyatakan Yusuf Qardawi bahwa pada dasarnya seorang muslim tidak boleh ikut berpartisipasi dalam pemerintahan yang tidak memungkinkannya untuk menerapkan syariat Allah dalam menjalankan tugas yang dipikulkan kepadanya, seperti sebagai gubernur atau menteri. Dia tidak boleh melanggar perintah dan larangan Allah serta Rasul-Nya dalam menjalankan tugas tersebut, bahkan keimanannya menuntut agar dia tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan itu. Alasan hukum pendapat Yusuf Qardawi yang melarang berpartisipasi dalam pemerintahan non muslim: QS. al-Ahzab: 36; QS. an-Nur: 63; QS. al-Maidah: 2; QS. Hud: 113. Adapun alasan hukum Ibnu Taimiyah yang membolehkan berpartisipasi dalam pemerintahan non muslim dalil-dalilnya adalah QS. al-Mukmin: 34; QS. Yusuf: 39-40; QS. at-Taghabun: 16; QS. at-Taghabun: 16.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Ibnu Taimiyah; Yusuf Qardawi; Muslim; Pemerintah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.01 Philosophy and Theory of Islam
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.125 Hadits > 297.1254 Compilation of Hadiths (Hadith books)
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.272 Islam and politics, fundamentalism
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.6 Islamic history > 297.61 Islamic leaders
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.8 Islamic sects
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Agus Wayan Yulianto
Date Deposited: 04 Dec 2020 06:34
Last Modified: 16 Jul 2021 11:25
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/11853

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics