Analisis yuridis pelaksanaan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja oleh pengawas ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang

Hilmi, Ahmad (2020) Analisis yuridis pelaksanaan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja oleh pengawas ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi1502056071_Ahmad Hilmi_Lengkap] Text (Skripsi1502056071_Ahmad Hilmi_Lengkap)
Ahmad Hilmi (1502056071)_Analisis Yuridis Pelaksanaan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Ker - 118 alfian razaq.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan baik fisik maupun psikis orang-orang yang ada dalam lingkungan kerja. Pengaturan K3 diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, aturan lain juga dapat ditemui di Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan peraturan-peraturan dari Menteri Ketenagakerjaan lainnya. Pengawasan terhadap Norma K3 dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan umum dan pengawas spesialis. Kabupaten semarang memiliki angka tertinggi dalam kasus ketenagakerjaan pada tahun 2019 dengan jumlah 1.374 kasus kecelakaan. Pengawasan pelaksanaan K3 harusnya menjadi garda terdepan untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja di Kabupaten Semarang, tetapi fakta di lapangan belum mencapai apa yang dicita-citakan dalam Undang-Undang Keselamatan Kerja.
Berdasarkan hal di atas, maka penulis perlu meneliti lebih jauh mengenai bagaimana Undang-Undang diterapkan dalam pelaksanaan pengawasan K3, yang mana judul penelitian ini adalah Analisis Yuridis Pelaksanaan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Oleh Pengawas Ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang. Rumusan masalah yang dibahas adalah: Bagaimana pelaksanaan pengawasan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja di Kabupaten Semarang? Bagaimana analisis yuridis pengawasan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja di Kabupaten Semarang?
Penelitian ini adalah penelitian yuridis-normatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah (Disnakertrans) Jawa Tengah. Pengumpulan data yang dilakukan penulis dilakukan dengan cara studi dokumen dan wawancara. Teknis yang digunakan yaitu analisis kualitatif untuk aspek-aspek normatif melalui metode yang bersifat deskriptif analisis.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pengawasan K3 di Kabupaten Semarang memiliki beberapa catatan. Pertama, rasio pegawai pengawas ketenagakerjaan yang masih kurang dibandingkan perusahaannya, padahal dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2003 tentang Pengesahan ILO Convention No. 81 Concerning Labour Inspection in Industry And Commerce (Konvensi ILO No. 81 Mengenai Pengawasan Ketenagakerjaan Dalam Industri Perdagangan), pada pokok-pokok konvensi nomor 9 mengharuskan pengawas itu imbang dengan perusahaan. Kedua, belum maksimalnya sistem pelaporan pengawasan ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang, hal ini sebagaimana yang ada pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: PER.09/MEN/V/2005 tentang Tata Cara Penyampaian Laporan Pelaksanaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Ketiga, perlu adanya pembinaan intensif pada semua pihak, terkhusus pada para pekerja. Keempat, perlu adanya kajian ulang mengenai definisi kecelakaan kerja yang ada pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pengawasan Ketenagakerjaan;Keselamatan dan Kesehatan Kerja;Kecelakaan Kerja
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 344 Social, labor, welfare, and related law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum
Depositing User: Hartono Hartono
Date Deposited: 13 Dec 2021 10:29
Last Modified: 13 Dec 2021 10:29
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/14306

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics