Tinjauan feminisme terhadap pemikiran Wahbah Zuhaili tentang Asas monogami dalam perkawinan

Masruri, Mukhamad Ali (2020) Tinjauan feminisme terhadap pemikiran Wahbah Zuhaili tentang Asas monogami dalam perkawinan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_1602016159_Mukhamad_Ali_Masruri] Text (SKRIPSI_1602016159_Mukhamad_Ali_Masruri)
1602016159 Ali Masruri Lengkap Tugas Akhir - M Ali Masruri.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (814kB)

Abstract

Monogami atau poligami, meskipun isu ini telah lawas, namun gelombangnya seakan tidak pernah reda selama praktiknya masih tetap nyata. Gelombang itu lebih tepatnya merupakan sebuah penolakan. Kalangan feminis tak pernah kendur melancarkan argumen ilmiahnya maupun gerakan aksinya dalam menolak poligami, mulai dari berbagai macam kelompok lembaga sampai gabungan dari berbagai lembaga yang pro monogami atas nama membela hak perempuan. Para akademisi pegiat feminisme dalam negeri seperti Musdah Mulia, Faqihuddin Abdul Qadir, Husain Muhammad maupun mancanegara seperti Nasr Hamid dan Ali Asghar menentang praktik poligami. Bagi seorang feminis, poligami adalah satu bentuk penindasan dan kelaliman terhadap kaum perempuan dan anak. Kemudian wacana tersebut akan dipakai untuk melihat pemikiran ulama kontemporer, Wahbah Zuhaili yang menyatakan asas perkawinan adalah monogani. Dalam skripsi ini akan membahas permasalahan sebagai berikut. Pertama, bagaimana relasi perkawinan menurut feminisme?. Kedua,bagaimana pandangan Wahbah Zuhaili tentang asas monogami dalam perkawinan dilihat dari kacamata feminisme?.
Tulisan ini memakai sumber utama kitab Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu dan kitab Wahbah Zuhaili yang lain sebagai sumber pendukung, juga menggunakan buku-buku tentang feminisme yang berbicara mengenai perkawinan monogami dan poligami. Penelitian ini adalah library research, metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis yaitu menggambarkan sifat suatu keadaan yang sedang atau telah berjalan pada saat penulis mengumpulkan atau memeriksa sebab-sebab dari gejala tertentu, kemudian dianalisis untuk mengetahui makna yang dikandung oleh istilah-istilah yang digunakan secara konsepsional, sekaligus mengetahui penerapannya dalam praktik.
Hasil dari penelitian ini adalah perkawinan yang ideal adalah monogami sesuai spirit Islam yaitu menjaga satu konstitusi yaitu keadilan, sehingga senada dengan apa yang hendak diperjuangkan feminisme yaitu menghapus bentuk penindasan dan ketidakadilan terhadap perempuan. Wahbah Zuhaili yang juga memiliki pemikiran yang senada dengan feminisme mengenai bentuk perkawinan. Wahbah menjelaskan dalam karyanya Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu dan dibahas pula dalam karyanya yang lain bahwa asas perkawinan dalam Islam adalah monogami (satu orang istri). Ia mengatakan kebolehan poligami dalam syariat justru menjelaskan suatu pengecualian dan hal yang langka. Oleh sebab itu poligami bukanlah satu tindakan yang sukai syariat melainkan sebaliknya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Perkawinan; monogami; feminisme
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Bahrul Ulumi
Date Deposited: 26 Feb 2022 02:32
Last Modified: 26 Feb 2022 02:32
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/15453

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics