Relasi kuasa terhadap hubungan kiai dan mahasantri di Pondok Pesantren Darul Qalam Ngaliyan Kota Semarang : perspektif Michel Foucault

Khasanah, Uswatun (2022) Relasi kuasa terhadap hubungan kiai dan mahasantri di Pondok Pesantren Darul Qalam Ngaliyan Kota Semarang : perspektif Michel Foucault. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1904016040_Uswatun_Khasanah] Text (Skripsi_1904016040_Uswatun_Khasanah)
Skripsi_1904016040_Uswatun_Khasanah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Kiai dan Mahasantri di pondok pesantren memiliki hubungan yang cenderung erat. Namun, di dalamnya terdapat ketidakseimbangan relasi karena hubungan yang terjadi antara keduanya umumnya bersifat patron klien. Penelitian ini akan membahas tentang hubungan dan relasi kuasa yang terjadi antara mahasantri dan kiai berdasarkan data penelitian yang diperoleh di Pondok Pesantren Darul Qalam Ngaliyan Semarang dengan teori Michel Foucault, yaitu kekuasaan dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu; (1) untuk mengetahui hubungan kiai dan mahasantri di Pondok Pesantren Darul Qalam Ngaliyan Kota Semarang, dan (2) untuk mengetahui relasi kuasa terhadap hubungan kiai dan mahasantri di Pondok Pesantren Darul Qalam Ngaliyan Kota Semarang (perspektif Michel Foucault). Jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan teknik pengambilan data menggunakan metode observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk hubungan kiai dan mahasantri, yaitu; 1) hubungan guru-murid. 2) hubungan orang tua-anak. 3) hubungan kolega. Relasi kuasa terhadap hubungan kiai dan mahasantri jelas berlangsung, di antaranya melalui kegiatan-kegiatan dengan berbagai aturan serta hukuman yang sudah berjalan sesuai sistem yang ada di Pondok Pesantren Darul Qalam Ngaliyan Kota Semarang. Relasi kuasa terjadi karena ketidakseimbangan disiplin ilmu yang dimiliki kiai lebih mendominasi, sehingga dalam menjalin hubungan dengan kiai, mahasantri cenderung berperan sebagai orang yang membutuhkan dan mengikuti aturan yang berlaku atas kendali kiai. Namun, jika kiai tidak selalu aktif dalam mengawasi jalannya sistem, maka kuasa kiai tidak begitu berpengaruh karena sistem dilaksanakan oleh pengurus yang juga mahasantri.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Relasi Kuasa; Kiai; Mahasantri; Ponodk pesantren; Michel Foucault
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 101 Theory of philosophy
200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Rahmat Darmawan Nitimartono
Date Deposited: 10 Jul 2023 07:10
Last Modified: 10 Jul 2023 07:10
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/20012

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics