Keabsahan pernikahan dengan wali nikah ayah angkat perspektif maqashid syari’ah : studi kasus di Kelurahan Kalicari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang

Syahroni, Anang Nur (2020) Keabsahan pernikahan dengan wali nikah ayah angkat perspektif maqashid syari’ah : studi kasus di Kelurahan Kalicari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1602016047_Anang_Nur_Syahroni] Text (Skripsi_1602016047_Anang_Nur_Syahroni)
Skripsi_1602016047_Anang_Nur_Syahroni.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Wali nikah biasanya berasal dari ayah kandung atau keluarga senasab atau wali hakim. Namun bagaimana jadinya jika seorang yang menjadi wali dalam pernikahan tersebut adalah ayah angkat. Jika kita pahami secara umum pasti kita mengatakan bahwa pernikahan tersebut tidak sah. Dan jika kita menghukumi tidak sah maka akan berdampak dosa bagi yang melakukannya. Maka dari itu penulis tertarik untuk mengangkat hal ini sebagai objek penelitian. Penulis mengangkat kasus yang terjadi pada sebuah keluarga di kelurahan Kalicari Semarang. Dan dalam hal ini penulis mencoba menggunakan pendekatan maqashid syari’ah.
Skripsi yang berjudul “Tinjauan hukum Islam terhadap pernikahan dengan wali nikah ayah angkat (studi kasus di KUA Kecamatan Pedurungan Kota Semarang)” merupakan sebuah penelitian yang menjawab tentang 1) Bagaimana Bagaimana kasus pernikahan dengan wali nikah ayah angkat di kelurahan Kalicari kecamatan Pedurungan Kota Semarang. 2) Bagaimana analisis Perspektif Maqosid Syariah terhadap keabsahan pernikahan oleh ayah angkat di keluirahan Kalicari kecamatan Pedurungan Kota Semarang.
Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan.Yaitu penelitian yang menekankan pada investigasi yang mana data yang diperoleh berdasarkan dari observasi penulis, dan wawancara dengan orang-orang yang bersangkutan. Dalam penelitian ini metode analisis data yang akan penulis gunakan adalah analisis deskriptif. Lokasi penelitian ada di keluirahan Kalicari kecamatan Pedurungan Kota Semarang.
Hasil dari penelitian ini adalah 1) Proses pernikahan berlangsung sebagaimana umumnya dan telah melalui prosedur administrasi DI KUA. Akan tetapi ada kecatatan dalam hal wali nikah, karena wali nikah dalam pernikahan tersebut merupakan ayah angkat. 2) Adanya unsur penyembunyian nasab dalam hal ini. Amanah orang tua kandung kepada orangtua angkat tidak bisa dijadikan dasar untuk menyembunyikan nasab, karena itu larangan syari’at. 3) Kesaksian salah satu saksi tergolong kesaksian palsu. 4) Petugas KUA tidak mengetahui akan hal ini. 5) Keabsahan pernikahan tersebut secara maqashid syari’ah tidak sah karena tidak terpenuhinya salah satu unsur dharuriyyat yaitu hifdhzun-nasl. Karena dalam konsep hifdhzun-nasl disebutkan untuk memeliara keturunan, maka pernikahan harus sesuai dengan rukun dan syarat dalam hukum Islam, dan pernikahan dalam kasus ini tidak memenuhi salah satu syaratnya, karena wali nikah adalah ayah angkat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Wali nikah; Ayah angkat; Pernikahan; Maqashid syari’ah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 17 Feb 2024 03:19
Last Modified: 17 Feb 2024 03:19
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/22424

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics