Pengaruh intensitas mengikuti bimbingan agama Islam terhadap konsep diri pada anak jalanan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Semarang

Andyani, Wulan Nur (2025) Pengaruh intensitas mengikuti bimbingan agama Islam terhadap konsep diri pada anak jalanan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.

[thumbnail of SKRIPSI_2101016069_WULAN_NUR_ANDYANI] Text (SKRIPSI_2101016069_WULAN_NUR_ANDYANI)
2101016069_Wulan Nur Andyani_Full Skripsi - C_Ristya Kusumastuti.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Konsep diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan psikologis anak, termasuk pada anak jalanan yang tinggal di panti sosial. Berbagai studi menunjukkan bahwa anak jalanan rentan mengalami krisis identitas, rendahnya harga diri, dan kesulitan dalam membangun citra diri yang positif. Berdasarkan hasil pra-riset yang dilakukan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Semarang, ditemukan bahwa sejumlah anak menunjukkan kecenderungan menarik diri, kurang percaya diri, serta merasa tidak memiliki arah hidup yang jelas. Bimbingan agama Islam dipahami sebagai proses pembinaan spiritual yang berkelanjutan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan individu. Sementara itu, konsep diri mengacu pada persepsi individu terhadap dirinya sendiri, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial, yang memengaruhi sikap dan perilakunya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas mengikuti bimbingan agama Islam terhadap konsep diri anak jalanan di Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi berjumlah 35 anak menggunakan uji coba terpakai. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas mengikuti bimbingan agama Islam terhadap konsep diri anak jalanan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 51,095 + 0,412X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan intensitas bimbingan agama akan meningkatkan skor konsep diri sebesar 0,412 poin. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,909 menunjukkan bahwa 90,9% variasi konsep diri dijelaskan oleh intensitas mengikuti bimbingan agama Islam, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti bimbingan fisik, mental, dan spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan agama Islam memberikan kontribusi nyata dalam membentuk konsep diri positif pada anak jalanan, karena pelaksanaannya yang terjadwal secara rutin dan berbeda dari kegiatan lain yang bersifat kondisional. Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program pembinaan spiritual di panti sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Bimbingan agama Islam; Konsep diri; Anak jalanan; Panti sosial
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Wati Rimayanti
Date Deposited: 07 Apr 2026 01:22
Last Modified: 07 Apr 2026 01:22
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28654

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics