Nilai-nilai dakwah dalam tradisi Gebyuran Bustaman untuk meningkatkan hablum minannas masyarakat kampung Bustaman Semarang
Putri Carolina, Nanda (2025) Nilai-nilai dakwah dalam tradisi Gebyuran Bustaman untuk meningkatkan hablum minannas masyarakat kampung Bustaman Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2101016132_Nanda Putri Carolina_Full Skripsi - NANDA PUTRI CAROLINA 2101016132.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Perkembangan zaman dan perubahan pola interaksi sosial di perkotaan mempengaruhi intensitas hablum minannas. Sebagai salah satu upaya untuk mengatasinya, masyarakat Kampung Bustaman Semarang berupaya meningkatkan hablum minannas melalui Tradisi Gebyuran Bustaman. Tradisi Gebyuran Bustaman mengintegrasikan antara budaya lokal dengan ajaran Islam terkait nilai-nilai dakwah yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Melalui hal tersebut, Tradisi Gebyuran Bustaman menjadi media dakwah yang dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya hablum minannas kepada masyarakat di Kampung Bustaman Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Tradisi Gebyuran Bustaman di Kampung Bustaman Semarang. Serta untuk mengetahui nilai-nilai dakwah dalam Tradisi Gebyuran Bustaman untuk meningkatkan hablum minannas masyarakat Kampung Bustaman Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data meliputi tokoh agama Islam, tokoh masyarakat, serta masyarakat. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tradisi Gebyuran Bustaman di Kampung Bustaman Semarang adalah ritual tahunan warisan Kyai Bustaman untuk menyambut Ramadan, bertujuan membersihkan diri lahir batin, mempererat silaturahmi, dan saling memaafkan antarwarga. Tradisi ini berlangsung empat hari (Jumat–Minggu H-7 Ramadan) dengan acara doa arwah jamak, ziarah makam Kyai Bustaman, forum diskusi, karnaval, gebyuran air, perang air, makan ungkep kambing, dan sarasehan, serta terdapat simbol seperti pencoretan wajah, penyiraman air, anak-anak memakai pakaian adat, makanan ungkep kambing dan pertunjukan kesenian. (2) Nilai-nilai dakwah dalam Tradisi Gebyuran Bustaman untuk meningkatkan hablum minannas masyarakat Kampung Bustaman Semarang melalui nilai aqidah terwujud dari sikap meyakini tradisi sesuai syariat, menyambut Ramadan dengan gembira, mengikuti nasihat ulama, doa pembuka, dan kesadaran hubungan dengan Tuhan. Nilai ibadah terwujud dari sikap semangat menyambut Ramadan, penyucian diri, pengajian, ziarah, tahlilan, yasinan, dan doa bersama. Serta nilai akhlak terwujud dari sikap saling memaafkan, menahan emosi, makan bersama, tidak berlebihan, menjaga kerukunan, menghormati generasi, dan bersikap legowo. Nilai hablum minannas juga terwujud dalam sikap menolong gotong royong, ikhlas berpartisipasi tanpa paksaan, berbaik sangka terhadap warga dan panitia, serta menjalin silaturahmi antarwarga dan lintas generasi dalam suasana rukun.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nilai-nilai dakwah; Tradisi; Gebyuran Bustaman; Hablum minannas; Kampung Bustaman Semarang |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) |
| Depositing User: | Wati Rimayanti |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 01:11 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 01:11 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28778 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
