Penanganan polarisasi pemahaman moderasi beragama pada masyarakat Desa Krompaan Gemuh Kendal melalui pengajian Kitab Marah Labid oleh KH Achmad Hanafi

Aniqunnahik, Muhammad (2025) Penanganan polarisasi pemahaman moderasi beragama pada masyarakat Desa Krompaan Gemuh Kendal melalui pengajian Kitab Marah Labid oleh KH Achmad Hanafi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_2101016151_MUHAMMAD_ANIQUNNAHIK] Text (SKRIPSI_2101016151_MUHAMMAD_ANIQUNNAHIK)
2101016151_M.Aniqunnahik_Tugas Akhir - Muhammad Aniqunnahik.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Fenomena polarisasi pemahaman moderasi beragama telah menjadi tantangan serius bagi masyarakat Indonesia dalam menjaga keharmonisan antara umat beragama, termasuk di tingkat pedesaan. Terkhusus Masyarakat Desa Krompaan di Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tidak luput dari fenomena ini.Oleh karena itu, perlu adanya penanganan polarisasi pemahaman moderasi beragama, salah satu upayanya yaitu Melalui Pengajian Kitab Marah Labid oleh K.H Achmad Hanafi.
Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis penanganan polarisasi pemahaman moderasi beragama masyarakat Desa Krompaan Gemuh Kendal melalui pengajian kitab Marah} Labid oleh KH. Achmad Hanafi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan menggunakan deskriptif yaitu: pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) Polarisasi pemahaman moderasi beragama masyarakat Desa Krompaan jika dilihat dari indikator eksklusifisme masih cenderung merasa ajarannya paling benar dan tidak merima pendapat oranglain. Selanjutnya yaitu pada indikator literalisme dan anti kontekstualisasi yang ada pada masyarakat masih memahami agama dari ayat Qur’an dan hadits secara tekstual saja tanpa penafsiran lebih luas. Indikator ketiga yaitu radikalisme dan ekstremesme, ketiganya mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat masih cenderung keras dalam beragama dan menyalahkan ajaran kelompok lain. Terakhir paa indikator penolakan terhadap kearifan lokal, Sebagian masyarakat masih menganggap beberapa tradisi dan kearifan lokal merupakan praktik yang syirik, bid’ah dan tidak sesuai ajaran agama. b) Penanganan polarisasi pemahaman moderasi beragama yang terjadi pada masyarakat Desa Krompaan dilakukan melalui pelaksanaan pengajian kitab yang berbasis moderat seperti Kitab Marah Labid. Metode pengajian ini mencakup pemberian edukasi dan pengetahuan tentang moderasi beragama dengan materi sikap tawasut}, tasamuh}, anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal. Hasilnya indikator polarisasi pemahaman moderasi beragama pada masyarakat Desa Krompaan menunjukkan perubahan sikap yang signifikan dengan karakter muslim yang moderat dan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Polarisasi; Moderasi beragama; Kitab Marah Labid; KH Achmad Hanafi
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Wati Rimayanti
Date Deposited: 02 Mar 2026 01:57
Last Modified: 02 Mar 2026 01:57
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28780

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics