Uang panaik pada pernikahan eksogami Suku Bugis di Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur Kabupaten Kundur Provinsi Kepulauan Riau
Syah, Firman (2024) Uang panaik pada pernikahan eksogami Suku Bugis di Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur Kabupaten Kundur Provinsi Kepulauan Riau. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
1902016034_Firman Syah_Full Skripsi - 6034Firman Syah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemberian uang panaik dalam konteks pernikahan eksogami pada masyarakat suku Bugis yang bermukim di Desa Sungai Sebesi, Kundur, serta menganalisisnya dari perspektif hukum Islam, khususnya melalui pendekatan ‘Urf. Uang panaik merupakan bentuk pemberian dari calon mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan yang dianggap sebagai syarat adat dalam pernikahan masyarakat Bugis, baik dalam pernikahan endogami (sesama suku) maupun eksogami (beda suku). Nilai uang panaik ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk status sosial, tingkat pendidikan, dan kedudukan keluarga calon mempelai perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis-empiris. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan narasumber, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bugis di Sungai Sebesi mengakui kewajiban pemberian uang panaik sebagai bagian dari tradisi yang masih dijunjung tinggi. Tradisi ini tidak hanya memiliki dimensi ekonomis, tetapi juga memuat nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap perempuan dan keluarga, pengukuhan komitmen laki-laki dalam membina rumah tangga, serta menjaga kehormatan dan martabat suku.
Penelitian ini menyimpulkan, pertama, pandangan masyarakat terhadap uang panaik pada pernikahan eksogami suku Bugis Sungai Sebesi banyak diantara Masyarakat dari kalangan suku Bugis menganggap tradisi uang panaik ini baik adanya dan sudah menjadi suatu kewajiban laki-laki untuk memenuhinya berbeda pandangan bagi Masyarakat non suku Bugis. Kedua, terdapat banyak nilai yang terkandung didalam adat uang panaik ini dan Sebagian besar baik adanya. Terjadinya pemberian uang panaik pada pernikahan eksogami adat suku Bugis maka ditinjau dari perspektif ‘urf termasuk dalam ‘urf shahih karena bertujuan untuk mengankat drajat kedua belah pihak dan melihat kesungguhan laki-laki untuk menikahi perempuan suku Bugis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pernikahan; satu suku; ‘urf |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah) |
| Depositing User: | Bahrul Ulumi |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 06:10 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 06:11 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28873 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
