Analisis hukum islam terhadap adat pernikahan sempasar : studi kasus masyarakat Dusun Sengon Desa Jambangan Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan
Rizqon, Thoriq Maulana (2025) Analisis hukum islam terhadap adat pernikahan sempasar : studi kasus masyarakat Dusun Sengon Desa Jambangan Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2002016132_Thoriq Maulana Rizqon_Lengkap tugas akhir - 6132 THORIQ MAULANA RIZQON UIN Walisongo Semarang.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Pernikahan dalam masyarakat Jawa kerap disertai adat istiadat turun-temurun, salah satunya Adat Sempasar di Dusun Sengon, Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Grobogan. Tradisi ini dilakukan setelah akad nikah, meliputi ritual mengelilingi pohon Sempasar tiga kali, meminum air kendi, meletakkan simbol-simbol seperti telur dan kembang mayang, serta membawa pulang daun sebagai oleh-oleh. Masyarakat meyakini tradisi ini membawa keberkahan dan menghindarkan dari musibah. Namun, keyakinan akan akibat buruk bila adat ini diabaikan menimbulkan pertanyaan hukum dalam perspektif Islam. penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua permasalahan utama, yaitu: bagaimana proses pelaksanaan adat dan bagaimana kedudukan dan tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan adat tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis-empiris. Data diperoleh melalui dokumentasi, dan wawancara dengan tokoh masyarakat, pasangan pengantin, dan pelaku adat. Analisis dilakukan dengan pendekatan ‘urf dalam hukum Islam, yang digunakan untuk menilai suatu adat dapat dibenarkan secara syar’i, serta dengan merujuk pada kriteria sahih, fasid, dan batil dalam akad nikah menurut ushul fikih.
Hasil penelitian Adat Sempasar sebagai pengiring upacara pernikahan di Dusun Sengon sebagai simbol kesakralan. Dalam hukum Islam dinilai sah menurut fiqh karena memenuhi rukun dan syarat nikah. Namun, menurut pandangan Al-Juwaini dan Dedew Al-Shinqithi, keabsahannya bisa terganggu jika tidak diniatkan sebagai ibadah kepada Allah. Tradisi ini termasuk ‘urf shahih bila dimaknai sebagai simbol penghormatan dan doa kepada Allah SWT, namun berubah menjadi ‘urf fasid jika diyakini mengandung kekuatan gaib atau unsur takhayul. Selain itu, pemborosan dalam prosesi juga perlu dihindari agar tetap sesuai dengan prinsip ajaran Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adat Sempasar; pernikahan; Hukum Islam; ‘Urf; fiqh nikah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah) |
| Depositing User: | Bahrul Ulumi |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 08:10 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 08:10 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28880 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
