Implikasi hukum tajdīdun nikāḥ pada nikah massal terhadap anak hasil nikah siri : studi kasus nikah massal di Majelis Kanzus Sholawat Pekalongan

Latifa, Isna Akmilna (2025) Implikasi hukum tajdīdun nikāḥ pada nikah massal terhadap anak hasil nikah siri : studi kasus nikah massal di Majelis Kanzus Sholawat Pekalongan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102016072_Isna_Akmilna_Latifa] Text (Skripsi_2102016072_Isna_Akmilna_Latifa)
2102016072_Isna Akmilna Latifa_Full - ISNA AKMILNA LATIFA 2102016072.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Nikah massal di Majelis Kanzus Sholawat utamanya ditujukan untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan ekonomi. Selain itu nikah massal juga menjadi solusi bagi mereka yang sudah menikah siri sebelumnya, bahkan sudah memiliki anak. Pada fenomena nikah massal ini pasangan yang menikah siri melegalkan pernikahan dengan pembaharuan nikah (tajdīd an-nikāḥ), tidak dengan iṡbāt nikāh. Hal ini akan menimbulkan permasalahan terhadap status anak.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Apa alasan pasangan yang menikah siri memilih mengikuti nikah massal di majelis kanzus sholawat untuk mengabsahkan pernikahan? Bagaimana Implikasi Hukum Tajdīdun Nikāḥ Pada Nikah Massal Terhadap Anak Hasil Nikah SiriMetode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Sumber data primer diperoleh dari wawancara para informan. Sumber data sekunder diperoleh melalui literatur-literatur yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan, diantara faktor mereka mengikuti nikah massal yaitu; faktor ekonomi, faktor pengetahuan, faktor kurangnya umur, dan faktor gagal iṡbāt nikāh. implikasi hukum tajdīdun nikāḥ pada nikah massal terhadap anak hasil nikah siri adalah pada hakikatnya hubungan perdata anak nikah siri hanya dapat dihubungkan dengan ibu dan keluarga ibu. Namun sekarang anak bisa mendapatkan hubungan perdata dengan ayahnya sebagaimana Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 dengan beberapa ketentuan. Supaya hubungan perdata antara ayah, ibu dan anak dapat dihubungkan, orang tua melakukan pengakuan terhadap maupun pengesahan anak. Sehingga status anak tersebut dapat diakui dan sah menurut negara.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Nikah massal; nikah siri; implikasi hukum
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Bahrul Ulumi
Date Deposited: 30 Dec 2025 03:19
Last Modified: 30 Dec 2025 03:19
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28893

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics