Hubungan status gizi dan tingkat stres dengan hipertensi pada pengemudi ojek online di Kota Semarang

Saffana, Anfal Falah (2025) Hubungan status gizi dan tingkat stres dengan hipertensi pada pengemudi ojek online di Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1907026061_Anfal_Falah_Saffana] Text (Skripsi_1907026061_Anfal_Falah_Saffana)
Skripsi_1907026061_Anfal_Falah_Saffana.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit degeneratif dengan tingkat kejadian dan kematian yang cukup tinggi. Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit tidak menular dan menjadi perhatian utama bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Walaupun lebih umum terjadi pada lansia, hipertensi juga dapat ditemukan pada kalangan remaja dan dewasa muda. Pada kelompok usia 15-25 tahun, sekitar 1 dari 10 orang mengalami hipertensi. Faktor-faktor yang berkontribusi pada peningkatan risiko hipertensi pada kelompok usia produktif (25-54 tahun) antara lain faktor keturunan, status gizi, kebiasaan merokok, konsumsi garam yang tinggi, penggunaan minyak jelantah, dan stres.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat stress dengan hipertensi pada oengemuid ojek online di Kota Semarag
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analytic observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Juni 2024 – Februari 2025 di Kota Semarang Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini akan menggunakan teknik Accidental Sampling pada 97 orang pengemudi ojek online. Data yang diukur adalah status gizi dengan pengukuran antropometri terdiri dari berat badan, tinggi badan dan lingkar pinggang pengemudi ojek online, tingkat sgtres dengan isntrumen kuisioner percieved stres scale (PSS), dan hipertensi menggunakan tekanan darahbyang diukur dengan tensimeter digital.
Hasil : Hasil analisis univariat menunjukan bahwa bahwa mayoritas pengendara ojek online di Kota Semarang mengalami stress sedang sebanyak 60 responden (61,9%), status gizi baik yang diukur dengan indeks masa tubuh sebanyak 56 responden (57,7%), lingkar pinggang normal sebanyak 65 repsonden (67,0%), dan tidak hipertensi sebanyak 35 responden (36,1%).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara status gizi dengan hipertensi tetapi tidak terdapat hubungan antara tingkat stress dengan hipertensi.

ABSTRACT:
Background: Hypertension is a degenerative disease with a high incidence and mortality rate. This condition is classified as a non-communicable disease and is a major concern for the World Health Organization (WHO). While it is more common among the elderly, hypertension can also be found in adolescents and young adults. Among individuals aged 15-25 years, approximately 1 in 10 people experience hypertension. Factors contributing to the increased risk of hypertension in the productive age group (25-54 years) include genetic factors, nutritional status, smoking habits, high salt consumption, the use of reused cooking oil, and stress.
Objective: To understand the relationship between nutritional status and stress levels with hypertension among online motorcycle taxi drivers in Semarang City.
Method: This study uses an analytic observational research design with a cross-sectional approach. The research will be conducted from June 2024 to April 2025 in Semarang City. The sampling technique in this study will use Accidental Sampling on 97 online motorcycle taxi drivers. The data measured will include nutritional status through anthropometric measurements, consisting of weight, height, and waist circumference of the online motorcycle taxi drivers; stress levels using the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire; and hypertension measured by blood pressure using a digital sphygmomanometer.
Results: The univariate analysis showed that the majority of online motorcycle taxi drivers in Semarang City experienced moderate stress, totaling 60 respondents (61.9%). A total of 56 respondents (57.7%) had good nutritional status as measured by body mass index (BMI), 65 respondents (67.0%) had normal waist circumference, and 35 respondents (36.1%) were not hypertensive.
Conclusion: There is a relationship between nutritional status and hypertension; however, there is no significant relationship between stress level and hypertension

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Hipertensi; Status gizi; Tingkat stres; Pengemudi ojek online
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 613 Promotion of health
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > 13211 - Gizi
Depositing User: Alvito Praba N.
Date Deposited: 07 Jan 2026 01:25
Last Modified: 07 Jan 2026 01:25
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/28917

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics