Peran lembaga pemasyarakatan dalam penerapan sistem pemasyarakatan terhadap residivis tindak pidana narkotika : studi kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang

Sudarwin, R. RIfda Adwitiya (2025) Peran lembaga pemasyarakatan dalam penerapan sistem pemasyarakatan terhadap residivis tindak pidana narkotika : studi kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102056019_R.Rifda_Adwitiya_Sudarwin] Text (Skripsi_2102056019_R.Rifda_Adwitiya_Sudarwin)
Skripsi_2102056019_R.Rifda_Adwitiya_Sudarwin.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Lembaga pemasyarakatan merupakan bagian dari sistem peradilan pidana di Indonesia yang bertujuan membina warga binaan agar tidak mengulangi tindak pidana, sebagaimana diatur dalam Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Idealnya, sistem Pemasyarakatan berfungsi sebagai sarana pembinaan melalui pelayanan, pembinaan, pembimbingan kemasyarakatan, perawatan, pengamanan, dan pengamatan guna menimbulkan efek jera. Namun pada kenyataannya, masih banyak warga binaan, khususunya pelaku tindak pidana narkotika yang kembali melakukan kejahatan setelah dibebaskan (residivis). Di Lapas Kelas I Semarang, tercatat sebanyak 282 warga binaan merupakan residivis pidana narkotika. Penelitian bertujuan untuk merumuskan bagaimana peran dan hambatan lembaga pemasyarakatan dalam menerapkan sistem pemasyarakatan terhadap residivis narkotika. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian empiris-normatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga pemasyarakatan memiliki peran untuk memberikan pelayanan berupa layanan integrasi, pembinaan kepribadian dan kemandirian hingga bimbingan kerja, pembimbingan kemasyarakatan, perawatan, serta pengamanan dan pengamatan yang telah diatur dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Meskipun sistem pemasyarakatan telah diterapkan, masih banyak warga binaan Lapas Kelas I Semarang kembali melakukan tindak pidana setelah bebas. Hal tersebut menunjukkan penerapan sistem pemasyarakatan belum sepenuhnya berhasil dalam mencapai tujuannya. Adapun hambatan utama dalam penerapan sistem pemasyarakatan terhadap residivis narkotika adalah kurangnya efek jera, lemahnya pengawasan terhadap pembinaan, serta belum meratanya implementasi program pembinaan oleh petugas lapas.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Residivis; Sistem pemasyarakatan; Lembaga pemasyarakatan; Tindak pidana narkotika
Subjects: 300 Social sciences > 360 Social services; association > 365 Penal and related institutions
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum
Depositing User: Hizkia Chandra
Date Deposited: 23 Jan 2026 00:37
Last Modified: 23 Jan 2026 00:37
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29120

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics