Pembagian harta warisan sebelum pewaris meninggal dunia dan implikasinya terhadap keutuhan keluarga : studi pada Sedulur Sikep Dusun Bowong Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati
Ghaisani, Mazaya Nieta Putri (2025) Pembagian harta warisan sebelum pewaris meninggal dunia dan implikasinya terhadap keutuhan keluarga : studi pada Sedulur Sikep Dusun Bowong Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2102056029_Mazaya_Nieta_Putri_Ghaisani.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Hukum waris muncul sebagai konsekuensi dari suatu peristiwa hukum, yaitu kematian. Kematian seseorang menimbulkan berbagai permasalahan terkait pengelolaan hak dan kewajiban yang ditinggalkan. Hal ini mencakup ketentuan mengenai pihak yang berhak menerima harta warisan serta pihak yang bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban yang masih ada.
Di Dusun Bowong Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati masyarakat adat Sedulur Sikep memiliki tradisi dimana mereka membagikan harta warisan kepada ahli waris sebelum pewaris meninggal dunia. Masyarakat Sedulur Sikep masih mempertahankan adat istiadat dan pola hidup sederhana. Dalam praktik warisan mereka yang didasarkan pada ajaran ojo drengki (jangan dengki), ojo srei (jangan iri), ojo panesten (jangan mudah panas hati), ojo dahwen (jangan menilai orang negatif), ojo kemeren (jangan menginginkan sesuatu yang bukan miliknya), harta warisan dikenal sebagai “tinggalan”.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Adapun pengumpulan sumber data skripsi ini berasal dari data primer (wawancara) dan data sekunder (kepustakaan). Penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tradisi pembagian warisan menurut masyarakat Sedulur Sikep sebelum pewaris meninggal dunia merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang mereka. Dalam praktik pembagian warisan, mereka tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan, semua harta dibagi sesuai dengan jumlah ahli waris. Meskipun pada dasarnya jika dihitung dalam matematis tentu saja jumlah harta warisan yang diterima antar ahli waris berbeda jumlahnya. Perbedaan jumlah harta warisan tersebut tidak menimbulkan permasalahan hubungan keluarga, justru semakin merekatkan hubungan keluarga mereka.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pembagian waris; Adat istiadat; Sedulur sikep; Keutuhan keluarga |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 00:39 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 00:39 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29121 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
