Fenomena penyalahgunaan tradisi pemaksaan perkawinan tangkap perspektif hukum positif dan hukum adat : studi kasus di Suku Sumba Nusa Tenggara Timur
Toriq, Aulidina Ratulia (2025) Fenomena penyalahgunaan tradisi pemaksaan perkawinan tangkap perspektif hukum positif dan hukum adat : studi kasus di Suku Sumba Nusa Tenggara Timur. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2102056143_Aulidina_Ratulia.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Fenomena Penyalahgunaan Tradisi Pemaksaan Perkawinan Tangkap Perspektif Hukum Positif dan Hukum Adat (Studi Kasus di Suku Sumba Nusa Tenggara Timur)”. Praktik kawin tangkap dilakukan tidak berdasarkan saling cinta antara dua individu melainkan karena adanya kepentingan ekonomi, politik, atau adanya keadaan yang memaksa untuk melakukan kawin tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pemaksaan perkawinan tangkap pada masyarakat di Suku Sumba Nusa Tenggara Timur serta mengetahui tinjauan hukum positif dan hukum adat terhadap tradisi pemaksaan perkawinan tangkap di Suku Sumba Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara secara daring/online dengan narasumber komunitas solidaritas perempuan dan anak (SOPAN) Sumba, observasi, dan kajian pustaka dari berbagai literatur yang relevan, seperti undang-undang, jurnal ilmiah, dan dokumen hukum adat.
Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa praktik kawin tangkap dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya seperti faktor musyawarah, ekonomi, faktor konstruksi sosial dan faktor pendidikan. Pada praktik kawin tangkap dilalui beberapa tahap yakni tahap persiapan, tahap penangkapan, tahap pencarian, tahap masuk minta, tahap tikar adat dan tahap agama. Namun, di era modern, praktik ini sering kali menyimpang yakni terdapat perubahan signifikan yang melenceng dari nilai-nilai aslinya. Tak hanya itu, dari sudut pandang hukum positif, praktik ini bertentangan dengan Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan karena melanggar hak perempuan untuk menentukan pilihan hidup, termasuk persetujuan dalam pernikahan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kawin tangkap; Hukum positif; Hukum adat; Sumba Nusa Tenggara Timur |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 00:57 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 00:57 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29144 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
