Pemahaman konsep ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus pada guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Slawi
Naf'a, Muhammad Zidan (2025) Pemahaman konsep ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus pada guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Slawi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104046107_Muhammad_Zidan_Naf_A.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Sekolah Luar Biasa (SLB), sebagai institusi pendidikan yang menawarkan layanan kepada siswa dengan kebutuhan khusus dalam menghadapi masalah khusus ketika proses pembelajaran. Guru-guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) juga berperan sebagai pilar utama dalam proses tumbuh kembang ABK, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam aspek sosial, emosional, dan kemandirian pribadi mereka. Di SLB Negeri Slawi, muncul pula fenomena unik, dimana guru-guru tanpa latar belakang Pendidikan Luar Biasa (non-PLB) ditempatkan untuk mengajar anak-anak berkebutuhan khusus. Sebagian besar dari mereka berstatus honorer, memiliki kontrak kerja yang tidak tetap. Keikhlasan adalah kekuatan tak kasat mata yang mempertahankan pengabdian mereka di tengah keterbatasan tersebut. Ikhlas sangat berkaitan dengan niat, karena segala amal perbuatan tergantung pada niatnya dan dari niat tersebut yang akan menuntun hati agar diarahkan untuk apa amal perbuatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban dari tiga permasalahan yaitu: mengetahui bagaimana pemahaman mengenai konsep ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Slawi, bentuk implementasi ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Slawi dan faktor yang menjadi motivasi bagi guru untuk menerapkan ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan metode pengumpulan data dengan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pemahaman konsep ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Slawi yakni guru mampu memahami kondisi anak berkebutuhan khusus, membimbing anak berkebutuhan khusus dengan berbagai cara sehingga mereka dapat dipahami. Selanjutnya, tujuan semua upaya guru adalah mencari ridha Allah SWT dan menerima keputusan Allah SWT sehingga guru dapat menerima kondisi anak tanpa amarah jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan mereka Penerapan ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK) salah satunya diwujudkan dengan menerima gaji dengan lapang dada, tanpa mengeluh atau merasa bahwa upah yang diberikan tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Sebagai seorang pendidik ABK, tantangan yang dihadapi seringkali lebih berat dibandingkan mengajar anak pada umumnya, mulai dari kesabaran ekstra, penanganan perilaku yang unik, hingga adaptasi metode pembelajaran yang spesifik. Adapun faktor yang menjadi motivasi bagi guru untuk menerapkan ikhlas dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, yakni faktor kasih sayang. Faktor kasih sayang yang tulus menjadi motivasi utama mengapa guru dengan ikhlas membimbing anak-anak berkebutuhan khusus. Bagi mereka, mengajar bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa yang lahir dari rasa empati dan keinginan tulus untuk memberi dampak positif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikhlas; Anak berkebutuhan khusus; ; Guru; Sekolah Luar Biasa (SLB) |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.77 Islamic religious education |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 01:34 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 01:34 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29170 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
