Implementasi ditiadakannya pra penuntutan di dalam Rancangan Undang-Undang KUHAP berdasarkan efektivitas hukum
Putri, Teresa Amelya (2025) Implementasi ditiadakannya pra penuntutan di dalam Rancangan Undang-Undang KUHAP berdasarkan efektivitas hukum. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2102056106 _Teresa_Amelya_Putri.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini berfokus pada penghapusan tahap pra penuntutan dalam Rancangan Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) yang baru. Beberapa ahli seperti M. Harun, Prof. Andi Hamzah, Antara dan lainnya berpendapat bahwa penghapusan pra penuntutan dapat mempercepat proses hukum dan menciptakan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan para ahli terhadap penghapusan pra penuntutan, mengkaji konsep efektivitas hukum yang muncul akibat perubahan tersebut, dan memahami implikasi penghapusannya dalam pelaksanaan hukum acara pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan undang undang, pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara, Penelitian ini juga menyoroti perkembangan terbaru dalam RUU KUHAP dan membandingkannya dengan praktik hukum sebelumnya. Hasil penelitian ini disusun berdasarkan analisis terhadap perubahan yang diusulkan dan implikasinya terhadap sistem peradilan pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghapusan pra penuntutan dapat mempercepat proses hukum dan berimplikasi terhadap keadilan. Dari pembahasan menunjukan bahwa dari segi hukum, penghapusan prapenuntutan efektif bersyarat harus disertai pengawasan yang ketat, dari segi penegak hukum diadakannya prapenuntutan masih belum efektif karena masih banyak ketidak sesuaian persepsi antar penyidik dan jaksa yang mengindikasikan kurangnya kualitas penyidik, dari segi sarana dan prasarana efektif karena memiliki banyak fasilitas untuk digunakan, dari segi Masyarakat belum efektif karena dikhawatirkan adanya kesewenangan oleh penyidik karena tidak ada koordinasi dengan jaksa, dari segi budaya hukum juga belum efektif karena dengan ditiadakannya prapenuntutan dikhawatirkan sogok menyogok yang merugikan Masyarakat terjadi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi mekanisme pengawasan yang lebih efektif untuk memastikan bahwa penghapusan tahap pra penuntutan tidak mengorbankan prinsip keadilan dalam sistem peradilan pidana.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KUHAP; Hukum pidana; Pra penuntutan; RUU |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Hizkia Chandra |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 01:41 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 01:41 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29174 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
