Analisis hukum pidana Islam dan hukum positif terhadap pembunuhan salah sasaran : studi kasus kenakalan remaja di Kota Semarang

Muhaimin, Ahmad Farid (2025) Analisis hukum pidana Islam dan hukum positif terhadap pembunuhan salah sasaran : studi kasus kenakalan remaja di Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102026067_Ahmad_Farid_Muhaimin] Text (Skripsi_2102026067_Ahmad_Farid_Muhaimin)
Skripsi_2102026067_Ahmad_Farid_Muhaimin.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Fenomena kreak di Kota Semarang menjadi perhatian serius karena melibatkan tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok remaja. Kejahatan ini menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat, terutama setelah terjadinya kasus pembunuhan pada 17 September 2024, MT mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro, yang tewas karena menjadi korban salah sasaran dalam konflik antar kreak. Dalam hukum pidana Islam, pembunuhan dikategorikan menjadi tiga, pembunuhan sengaja, semi sengaja, dan tidak sengaja. Sementara dalam KUHP diatur dalam Pasal 338 dan 170 KUHP. Penelitian ini berfokus pada analisis kasus pembunuhan salah sasaran dalam perspektif hukum pidana Islam dan hukum positif dengan studi kasus kenakalan remaja di Kota Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode empiris (field research) untuk memperoleh data secara langsung. Data yang diperoleh dari sumber hukum primer yaitu melalui wawancara dari Polrestabes Kota Semarang, serta sumber hukum sekunder seperti buku, dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan pembunuhan. Sehingga penelitian studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan non-doktrinal, yang bertujuan menggambarkan fakta yang ada di lapangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pelaku memenuhi unsur tindak pidana pembunuhan dan pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 338 dan 170 KUHP. Berdasarkan hukum pidana Islam, kasus ini dikategorikan sebagai pembunuhan sengaja (qatl al-‘amd), karena adanya niat dan kesengajaan, penggunaan senjata tajam serta serangan secara brutal. Pelaku diberi hukuman qishas apabila keluarga korban tidak memaafkan, atau diyat mughallazhah jika dimaafkan keluarga korban. Kasus ini menegaskan bahwa pembunuhan oleh pelaku kreak adalah tindak pidana serius yang memerlukan penegakan hukum yang tegas demi keadilan dan ketertiban masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pembunuhan; Hukum pidana Islam; Hukum positif; Kenakalan remaja; Salah sasaran
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Arya Faith Pratama
Date Deposited: 30 Jan 2026 06:49
Last Modified: 30 Jan 2026 06:49
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29192

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics