Pertanggungjawaban pidana anak dalam kasus pembunuhan anak jalanan di Kota Semarang perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam : studi kasus di Polrestabes Semarang

Muarifah, Farih Aisyatul (2025) Pertanggungjawaban pidana anak dalam kasus pembunuhan anak jalanan di Kota Semarang perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam : studi kasus di Polrestabes Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102026092_Farih_Aisyatul_Muarifah] Text (Skripsi_2102026092_Farih_Aisyatul_Muarifah)
Skripsi_2102026092_Farih_Aisyatul_Muarifah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Salah satu fenomena kejahatan yang melibatkan anak dibawah umur yaitu tindak pidana pembunuhan. Dalam pertanggungjawaban pidana anak, pertanggungjawabannya dilimpahkan kepada anak itu sendiri, namun dalam prosesnya tidak disamakan dengan orang dewasa. Dari latar belakang tersebut penulis merumuskan dua rumusan masalah, yaitu: 1. Bagaimana pertanggungjawaban pidana anak dalam kasus pembunuhan anak jalanan di Kota Semarang perspektif hukum positif?. 2. Bagaimana pertanggungjawaban pidana anak dalam kasus pembunuhan anak jalanan di Kota Semarang perspektif hukum pidana islam?
Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, penulis menggunakan penelitian lapangan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnyadan bertujuan guna menemukan fakta-fakta dan data-data yang dibutuhkan.
Dari hasil penelitian di Polrestabes Semarang menunjukkan bahwa hukum positif dalam kasus pembunuhan anak sebagai pelaku tetap dikenakan hukuman sebagaimana semestinya hukum berlaku, dengan hukuman 10 tahun penjara di LPKA, dalam penjatuhan hukuman tetap berdasar pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Di sisi lain, hukum pidana Islam menekankan pertanggungjawaban berdasarkan usia baligh dan kondisi mental pelaku. Dalam kasus ini anak pelaku pembunuhan dalam kondisi psikologis yang tidak terganggu. Dilihat dari segi umur anak sudah melewati masa baligh. Maka dari itu dalam hukum pidana Islam anak sudah dianggap dewasa dan seharusnya anak dihukum sama dengan hukuman orang dewasa.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pertanggungjawaban pidana; Anak jalanan; Pembunuhan; Hukum Pidana Islam
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 345 Criminal law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam
Depositing User: Arya Faith Pratama
Date Deposited: 03 Feb 2026 02:24
Last Modified: 03 Feb 2026 02:24
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29194

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics