Formulasi zonasi jadwal imsakiyah di Kabupaten Pemalang

Hamdan, Muhammad Nur (2024) Formulasi zonasi jadwal imsakiyah di Kabupaten Pemalang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_1802046050_Muhammad_Nur_Hamdan] Text (Skripsi_1802046050_Muhammad_Nur_Hamdan)
Skripsi_1802046050_Muhammad_Nur_Hamdan.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Kabupaten Pemalang memiliki ketinggian yang bervariasi dengan bagian utara merupakan daerah pesisir dengan ketinggian 1-5 mdpl dan daerah tertinggi di bagian selatan dengan ketinggian sekitar 925 mdpl. Jadwal Imsakiyah yang dikeluarkan oleh Kemenag Kabupaten Pemalang hanya menyelaraskan dengan jadwal yang dikeluarkan oleh BIMAS KEMENAG RI tanpa menghiraukan ketinggian tempat atau dianggap sama rata yang mana hal tersebut mempengaruhi hasil penentuan waktu salat, terutama waktu Subuh dan Maghrib. Berdasar latar belakang tersebut, permasalahan dalam skripsi ini yaitu bagaimana perhitungan jadwal Imsa>kiyah menurut metode hisab Irsyadul Murid dan formulasi pembagian wilayah daerah Kabupaten Pemalang berdasarkan ketinggian tempat.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu library research dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, ada 2 yaitu data primer berupa buku “Irsyad Al-Murid” karya KH. Ahmad Ghazali dan aplikasi Google Earth, serta data sekunder berupa bahan kepustakaan seperti buku, jurnal ilmiah, dan lain sebagainya. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode observasi dan metode analisis datanya menggunakan deskriptif kualitatif.
Jadwal Imsa>kiyah yang ditetapkan oleh Kemenag Kabupaten Pemalang tanpa koreksi ketinggian suatu tempat, yang mana daerah kabupaten Pemalang memiliki topografi yang bervariasi. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan hasil yang didapatkan dengan metode Irsya>dul Muri>d yang perhitungannya memperhatikan ketinggian tempat. Berdasarkan dengan perhitungan yang dilakukan oleh peneliti, Jadwal Imsakiyah BIMAS Kemenag Pemalang belum mengcover daerah pada ketinggian 1000 mpdl yang mana perlu adanya penambahan ihtiyath, sedangkan untuk daerah dengan ketinggian kurang dari 1000 mpdl masih relevan mengunakan jadwal dari BIMAS Kemenag Pemalang. Maka dari itu, terdapat 3 zonasi, yaitu zonasi merah yaitu daerah Pulosari dan Belik yang memiliki selisih waktu hingga 4 menit, warna kuning yang mencakup daerah Moga dan Watukumpul memiliki selisih hingga 3 menit, dan yang daerah-daerah yang tidak disebutkan di atas berwarna hijau selisih 2 menit, masih relevan menggunakan jadwal dari BIMAS Kemenag Kabupaten Pemalang

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Imsakiyah; Ikhtiyat; Ketinggian tempat
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak
Depositing User: Arya Faith Pratama
Date Deposited: 30 Jan 2026 06:55
Last Modified: 30 Jan 2026 06:55
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29198

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics