Pengaruh ketinggian tempat dalam menentukan awal waktu shalat : studi analisis daerah utara dan daerah selatan Kabupaten Bogor
Razaq, Muhammad Rizqi Alfian (2025) Pengaruh ketinggian tempat dalam menentukan awal waktu shalat : studi analisis daerah utara dan daerah selatan Kabupaten Bogor. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_1802046118_Muhammad_Rizqi_Alfian_Razaq.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penentuan awal waktu shalat dalam Islam sangat bergantung pada posisi matahari dan ufuk, yang dipengaruhi oleh faktor geografis, termasuk ketinggian tempat. Kabupaten Bogor memiliki variasi topografi yang signifikan, mulai dari dataran rendah (sekitar 100 mdpl) hingga pegunungan (lebih dari 1000 mdpl), sehingga ketinggian tempat berpotensi memengaruhi ketepatan perhitungan waktu shalat, terutama Maghrib, Isya’, dan Subuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah metode hisab yang digunakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bogor telah memperhitungkan koreksi ketinggian tempat serta mengukur sejauh mana variasi ketinggian memengaruhi perbedaan waktu shalat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi lapangan, wawancara mendalam dengan ahli falak dan petugas Kementerian Agama, serta analisis dokumen resmi jadwal shalat. Pengamatan dilakukan di dua lokasi dengan kontras ketinggian ekstrem: Puncak Bogor (±1000 mdpl) dan Masjid Agung Kabupaten Bogor (±100 mdpl). Data waktu shalat aktual (melalui pengukuran syafaq dan fajar) dibandingkan dengan jadwal resmi untuk mengevaluasi akurasi perhitungan hisab. Selain itu, dilakukan simulasi perhitungan astronomis dengan memasukkan variabel ketinggian untuk menguji signifikansi koreksi topografi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian memberikan dampak nyata terhadap waktu shalat, khususnya pada Maghrib (terlambat 2–4 menit di dataran tinggi), Isya’ (terlambat 3–5 menit), dan Subuh (lebih awal 2–3 menit di dataran tinggi). Meskipun Kementerian Agama telah menerapkan hisab dengan koreksi standar, variasi topografi yang ekstrem di Kabupaten Bogor menyebabkan ketidakakuratan kecil namun signifikan secara syar’i. Wawancara mengungkap bahwa saat ini koreksi ketinggian belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem penjadwalan, terutama untuk daerah pegunungan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa koreksi ketinggian tempat perlu dioptimalkan dalam penentuan waktu shalat, khususnya di wilayah dengan topografi beragam seperti Kabupaten Bogor. Rekomendasi yang diajukan meliputi: (1) penerapan algoritma hisab yang lebih presisi dengan memasukkan data elevasi lokasi spesifik, (2) sosialisasi kepada masyarakat tentang potensi perbedaan waktu shalat akibat ketinggian, dan (3) kolaborasi antara Kementerian Agama dan pakar astronomi untuk penyempurnaan jadwal shalat berbasis GIS (Sistem Informasi Geografis). Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi peningkatan akurasi waktu ibadah sekaligus menjadi dasar kajian serupa di daerah lain dengan karakteristik topografi kompleks.
Kata Kunci: waktu shalat, ketinggian tempat, topografi, Kabupaten Bogor.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Waktu shalat; Ketinggian tempat; Topografi; Kabupaten bogor |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak |
| Depositing User: | Arya Faith Pratama |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 02:31 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 02:31 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29201 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
