Penentuan waktu shalat dalam satu garis bujur : studi kasus bujur 110o di Pulau Jawa
Irham, Ahamd Yusuf (2025) Penentuan waktu shalat dalam satu garis bujur : studi kasus bujur 110o di Pulau Jawa. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2102046017_Ahmad_Yusuf_Irham.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Shalat merupakan kewajiban utama bagi umat Islam yang pelaksanaannya sangat bergantung pada ketepatan waktu. Waktu- waktu shalat ditentukan berdasarkan posisi Matahari di langit, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Secara teori, daerah-daerah yang berada dalam satu garis bujur semestinya memiliki waktu shalat yang sama. Namun dalam praktiknya, ditemukan adanya perbedaan waktu shalat pada daerah yang memiliki bujur yang sama tetapi elevasi (ketinggian tempat) yang berbeda. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengaruh elevasi terhadap perhitungan waktu shalat, khususnya di wilayah dengan topografi yang beragam seperti Pulau Jawa.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulisan ini menggunakan metode hisab dengan memperhitungkan koreksi kerendahan ufuk (dip) yang disebabkan oleh perbedaan elevasi, serta menggunakan aplikasi Ephemeris untuk menghitung waktu shalat. Data diperoleh dari beberapa masjid yang terletak pada garis bujur 110° BT dengan variasi elevasi, yaitu di wilayah Kabupaten Batang, Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung. Penulisan ini membandingkan waktu shalat hasil perhitungan dengan memperhitungkan elevasi dan membandingkannya dengan jadwal resmi Kementerian Agama serta jadwal Muhammadiyah, terutama pada waktu Subuh, Maghrib, dan Isya.
Hasil penulisan menunjukkan bahwa semakin tinggi suatu lokasi, maka waktu Subuh cenderung lebih awal, sementara waktu Maghrib dan Isya menjadi lebih lambat dibandingkan lokasi yang lebih rendah. Perbedaan ini menegaskan bahwa elevasi merupakan faktor penting yang memengaruhi akurasi waktu shalat. Oleh karena itu, perhitungan waktu shalat idealnya memperhitungkan elevasi dan kondisi atmosfer setempat, terutama di daerah dengan topografi yang tidak seragam. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan sistem hisab waktu shalat yang lebih presisi dan sesuai dengan karakteristik lokal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Waktu shalat; Garis bujur; Elevasi; Kerendahan ufuk; Pulau Jawa |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak |
| Depositing User: | Arya Faith Pratama |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 02:45 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 02:45 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29207 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
