Penggunaan simbol agama dalam kontruksi kekuasaan dan manipulasi oleh Villain : studi kasus manga ‘Monster’ dan ‘20th Century Boys’ karya Naoki Urasawa

Wibowo, Muhammad Faiz (2025) Penggunaan simbol agama dalam kontruksi kekuasaan dan manipulasi oleh Villain : studi kasus manga ‘Monster’ dan ‘20th Century Boys’ karya Naoki Urasawa. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2104036008_Muhammad_Faiz_Wibowo] Text (Skripsi_2104036008_Muhammad_Faiz_Wibowo)
Skripsi_2104036008_Muhammad_Faiz_Wibowo.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan simbol agama dalam konstruksi kekuasaan dan manipulasi oleh karakter villain dalam manga Monster dan 20th Century Boys karya Naoki Urasawa. Simbol agama tidak hanya muncul sebagai elemen naratif, tetapi menjadi instrumen ideologis yang dimanfaatkan untuk membentuk legitimasi, menciptakan pengawasan, dan menanamkan doktrin kekuasaan dalam cerita. Kedua tokoh antagonis utama Johan Liebert dan Tomodachi memanfaatkan simbolisme agama untuk mengaburkan batas antara kebenaran dan kebohongan, serta membentuk sistem kontrol sosial yang tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana simbol agama digunakan sebagai alat pembentuk makna, mekanisme pengawasan, dan sarana interpelasi ideologis dalam konteks naratif manga. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik studi pustaka. Analisis dilakukan melalui teori semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), teori kekuasaan Michel Foucault (panoptikon, wacana, dan resistensi), serta teori ideologi Louis Althusser (interpelasi dan aparatus ideologi negara/ISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Johan menggunakan simbol agama secara implisit untuk menciptakan ilusi moral dan membentuk kepatuhan psikis yang terselubung. Sedangkan Tomodachi secara eksplisit membangun kultus kekuasaan dengan narasi religius yang menguatkan posisinya sebagai figur mesianis. Simbol agama dalam kedua karya digunakan untuk menciptakan mitos yang melegitimasi kekuasaan, menyusup dalam kesadaran kolektif, serta mereproduksi ideologi penguasa melalui mekanisme sosial dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa simbol agama dalam budaya populer berpotensi merepresentasikan struktur kekuasaan yang kompleks dan manipulatif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Simbol agama; Kekuasaan; Manipulasi; Manga; Semiotika; Monster; 20th Century Boys
Subjects: 300 Social sciences > 306 Culture and institutions
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama
Depositing User: Arya Faith Pratama
Date Deposited: 03 Feb 2026 04:29
Last Modified: 03 Feb 2026 04:29
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29222

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics