Persepsi publik terhadap representasi simbolisme agama di dalam industri hiburan K-pop (Korean pop) di media sosial X

Salsabilla, Aura Putri (2025) Persepsi publik terhadap representasi simbolisme agama di dalam industri hiburan K-pop (Korean pop) di media sosial X. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2104036009_Aura_Putri_Salsabilla] Text (Skripsi_2104036009_Aura_Putri_Salsabilla)
Skripsi_2104036009_Aura_Putri_Salsabilla.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Di era digital, media sosial menjadi saluran utama yang digunakan oleh penggunanya sebagai alat untuk mengekspresikan diri dan penyebaran budaya dalam kehidupan di ruang maya, termasuk populernya K-Pop (Korean Pop) di kalangan anak muda. Fenomena K-Pop oleh anak muda, tidak hanya dapat membentuk tren musik dan fashion, tetapi juga memicu adanya penggunaan simbol keagamaan dalam bentuk estetika di K-Pop. Hal ini kemudian memunculkan adanya persepsi publik yang beragam di media sosial seperti X, Instagram, maupun Tiktok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengungkap persepsi publik, khususnya para penggemar K-Pop dalam memaknai penggunaan simbol agama dalam dunia hiburan. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi publik dalam memaknai simbol agama pada hiburan K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual, serta teori simbolisme agama sebagai bentuk Sakral dan Profan menurut Mircea Eliade dan Teori Agenda Setting menurut Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw, yaitu media sosial dianggap menjadi peran penting dalam menetapkan agenda dari masyarakat yang berdampak dari informasi atau isu yang ada di dalam media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, reaksi publik terhadap simbolisme agama di K-Pop dalam video musik Le Sserafim dan pakaian yang digunakan oleh anggota grup Kep1er dan Badvillain. Reaksi publik yang muncul mulai dari kritik atas pelanggaran nilai sakral, hingga membela dengan menganggap simbol tersebut sekadar elemen estetika. Tingkat religiusitas individu memengaruhi pemaknaan simbol yang dipandang sakral atau hanya sebagai ornamen seni. Kedua, faktor-faktor pengaruh globalisasi dan agenda setting di media sosial yang juga mempengaruhi serta membentuk wacana publik mengenai simbolisme agama di dalam hiburan K-Pop. Di media sosial juga terdapat algoritma dan interaksi antar pengguna media sosial lainnya yang dapat memperbesar peluang isu dengan sangat cepat, dan juga dapat membentuk bagaimana persespsi publik dibentuk, diperkuat dan diarahkan dalam konteks digital.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: K-Pop; Simbolisme agama; Industri hiburan; Persepsi publik; Media sosial X
Subjects: 300 Social sciences > 306 Culture and institutions
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama
Depositing User: Arya Faith Pratama
Date Deposited: 03 Feb 2026 03:20
Last Modified: 03 Feb 2026 03:20
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29223

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics