Kritik agama dan otoritas keagamaan: kajian analitis film PK (2014) dan serial drama Bidaah (2025) dalam perspektif Karl Marx

Assa'idy, Muhammad Badruddin (2025) Kritik agama dan otoritas keagamaan: kajian analitis film PK (2014) dan serial drama Bidaah (2025) dalam perspektif Karl Marx. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2104036014_Muhammad_Badrddin_Assa_Idy] Text (Skripsi_2104036014_Muhammad_Badrddin_Assa_Idy)
Skripsi_2104036014_Muhammad_Badrddin_Assa_Idy.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Agama memainkan peran penting dalam struktur sosial masyarakat, tetapi juga sering kali digunakan untuk memperkuat otoritas dan kekuasaan. Fenomena penyalahgunaan agama ini kerap kali dikritik melalui media budaya populer seperti film dan serial televisi. Film PK (2014) dari India dan serial drama Bidaah (2025) dari Malaysia merupakan dua karya yang secara eksplisit menghadirkan kritik terhadap praktik keagamaan dan otoritas religius dalam konteks masyarakat Asia Selatan. Keduanya menampilkan narasi yang membongkar manipulasi simbol dan ajaran agama oleh tokoh-tokoh religius, sekaligus mengajak penonton untuk merefleksikan hubungan antara agama dan kekuasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kritik agama dan otoritas keagamaan dalam film PK (2014) dan serial drama Bidaah (2025), menganalisis keduanya dalam perspektif kritik agama Karl Marx, serta membandingkan keduanya dalam konteks representasi dan ideologi keagamaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap kedua film sebagai data primer, serta buku, jurnal, dan artikel sebagai data sekunder. Teori yang digunakan adalah kritik agama Karl Marx, yang mencakup konsep-konsep seperti agama sebagai candu masyarakat, alat kontrol sosial, sumber alienasi, dan bagian dari kesadaran palsu yang mendukung dominasi kelas penguasa. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, secara representasi, PK menggambarkan kritik terhadap ritualisme, dogmatisme, dan peran pemuka agama sebagai mediator kekuasaan ilahiah, sementara Bidaah menyoroti manipulasi ajaran agama oleh kelompok ekstrem yang menciptakan kultus kekuasaan pseudo-keagamaan. Kedua, dalam perspektif Karl Marx, keduanya menggambarkan agama sebagai instrumen ideologis yang mempertahankan status quo: PK menampilkan agama sebagai candu masyarakat dan alat alienasi dalam sistem sosial India, sedangkan Bidaah menampilkan agama sebagai mekanisme kontrol dan penindasan spiritual dalam struktur patriarkal dan sektarian Malaysia. Ketiga, hasil komparasi menunjukkan bahwa meskipun berasal dari konteks sosial-budaya yang berbeda, kedua film memiliki kesamaan dalam menyoroti bahaya otoritas keagamaan yang tidak dikritisi. Namun, PK lebih menekankan pada kritik universal terhadap agama formal secara umum, sementara Bidaah lebih fokus pada eksplorasi kekerasan simbolik dan dominasi sektarian berbasis keyakinan eksklusif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kritik agama; Otoritas keagamaan; Film PK; Serial drama Bidaah; Karl Marx; Alienasi; Ideologi
Subjects: 300 Social sciences > 306 Culture and institutions
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama
Depositing User: Arya Faith Pratama
Date Deposited: 03 Feb 2026 03:21
Last Modified: 03 Feb 2026 03:21
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29224

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics