Kematangan beragama dan dinamika integrasi sosial : studi umat Kristen Unitarian Gereja JAGI di Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan
Maulidya, Eva (2025) Kematangan beragama dan dinamika integrasi sosial : studi umat Kristen Unitarian Gereja JAGI di Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104036020_Eva_Maulidya.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika integrasi sosial yang terjadi di masyarakat, khususnya dalam konteks umat minoritas, seperti umat Kristen Unitarian, yang sering menghadapi tantangan dalam menjalani kehidupan berdampingan dengan kelompok mayoritas. Dalam masyarakat majemuk, hubungan antarumat beragama sering kali dipengaruhi oleh perbedaan keyakinan, budaya, dan tradisi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara kematangan beragama umat Kristen Unitarian di Gereja JAGI dan dinamika integrasi sosial mereka. Lokasi penelitian ini yaitu di Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan bagaimana kematangan beragama umat Kristen Unitarian yang berkaitan dengan interaksi sosial mereka dalam lingkup masyarakat yang beragam latar belakang. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini: 1. Bagaimana kematangan beragama umat Kristen Unitarian?, 2. Bagaimana keterkaitan antara kematangan beragama dengan integrasi sosial umat Kristen Unitarian di Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan psikologi agama, yang peneliti gunakan untuk menggali karakteristik kematangan beragama umat Kristen Unitarian serta kontribusinya terhadap terciptanya hubungan sosial yang harmonis dan inklusif dalam masyarakat. Teori yang digunakan untuk mendalami kematangan beragama adalah teori Gordon Allport terdiri dari enam unsur penting dalam kematangan beragama, yaitu well differentiated and self-critical, motivational force, moral consistency, comprehensiveness, integral, dan heuristic. Selain itu, teori integrasi sosial Soetrisno Kutoyo digunakan untuk menganalisis bagaimana elemen-elemen dalam masyarakat yang berbeda dapat bersatu dalam satu kesatuan sosial yang harmonis. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, umat Kristen Unitarian di Kelurahan Lamper Lor memiliki kematangan beragama yang sesuai dengan unsur-unsur yang dijelaskan oleh Gordon Allport. Kematangan beragama ini berperan penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan saling mendukung di antara Umat Kristen Unitarian Gereja JAGI mampu hidup berdampingan dengan masyarakat tanpa menimbulkan konflik. Kedua, umat Kristen Unitarian Gereja JAGI juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kerjasama antarumat beragama, sehingga dapat memperkuat integrasi sosial dan kerukunan antarwarga. Keterlibatan aktif jemaat dalam kegiatan sosial ini menunjukkan bahwa kematangan beragama dapat berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih inklusif, saling menghargai, dan lebih baik dalam menghadapi perbedaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kematangan beragama; Integrasi sosial; Kristen Unitarian; Gereja JAGI |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 205 Religious Ethics |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama |
| Depositing User: | Arya Faith Pratama |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 03:30 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 03:30 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29226 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
