Minoritas dalam menghadapi penolakan : studi kasus penghayat kepercayaan Sapta Darma di Kendal
Isticharoh, Isticharoh (2025) Minoritas dalam menghadapi penolakan : studi kasus penghayat kepercayaan Sapta Darma di Kendal. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2104036042_Isticharoh.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (5MB)
Abstract
Keberagaman merupakan salah satu ciri khas dari masyarakat Indonesia, salah satunya dengan adanya keberagaman agama dan kepercayaan. Dalam kenyataannya kelompok minoritas sering kali mendapatkan tantangan yang signifikan termasuk penolakan dan diskriminasi. Salah satunya kelompok penghayat kepercayaan Sapta Darma yang mendapati penolakan dan diskriminasi dari kelompok lain. meskipun penghayat kepercayaan telah diakui oleh pemerintah namun beberapa kelompoknya masih menghadapi stigma dan tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penolakan Sapta Darma terjadi pada aspek ibadah, pendidikan dan sosial, dimana mereka tidak diterima dan tersaingi dalam lingkungan masyrakat. Penelitian ini mengkaji bagaimana cara penghayat kepercayaan Sapta Darma di Kendal mempertahankan kelompoknya melalui strategi bertahan dan memperjuangkan hak-hak mereka ditengah tantangan dalam masyarakat. Penelitian ini mengguanakan teori resistensi James C. Scott menekankan pada perlawanan yang dilakukan kaum subordinat kepada kaum superordinate melalui perlawanan secara terang-terangan hingga sembunyi-sembunyi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi litertur, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan anggota kelompok penghayat kepercayaan Sapta Darma, tokoh masyarakat dan pihak terkaitlainya untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan tentang pengalam dan strategi yang dipakai oleh penghayat kepercayaan Sapta Darma. Hasil penelitian ini mencangkup dua perlawanan untuk mempertahankan kelompoknya yaitu perlawanan terbuka yang dilakukan secara terang-terangan seperti membantah kepada pihak kepada pihak penolak bahwa kelompok mereka tidak seburuk stigma mereka dan perlawanan tertutup yang dilakukan secra tidak langsung kepada pihak penolak namun perlawanan ini membuahkan hasil, pada saat Sapta darma mengalami penolakan identitas dari pemerintah desa dan masyarakat kelompok Sapta Darma memberikan bukti surat pernyataan dari dinas Catatan Sipil bahwa kelompok mereka merupakan kelompok resmi yang telah diakui oleh pemerintah. Strategi bertahan yang digunakan yaitu mencangkup penguatan identitas, pembalaan dan dukungan serta pendidikan dan pemberdayaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Minoritas; Perlawanan; Penghayat kepercayaan; Sapta Darma |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 201 Religious mythology, general classes of religion, interreligious relations and attitudes, social theology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama |
| Depositing User: | Gilang D. Wibowo |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 04:49 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 04:49 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29232 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
